Medan Perang Ijazah Makin Panas! Eks Relawan Tegaskan Jokowi Tak Punya Dokumen Kelulusan UGM, Kok Bisa Bergelar Drs Saat Ajukan Kredit?

DEMOCRAZY.ID – Dugaan mengenai kejanggalan ijazah dan latar belakang pendidikan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, kembali memanas.

Kali ini, penjelasan tajam dilontarkan oleh politisi senior PDIP sekaligus mantan anggota tim relawan Bravo Jokowi-JK 2014, Beathor Suryadi, yang menyebut adanya rekayasa dokumen secara terstruktur oleh orang-orang di sekeliling mantan Wali Kota Solo tersebut.

Pernyataan menghebohkan tersebut disampaikan Beathor Suryadi saat menjadi narasumber di kanal YouTube Obor Rakyat Reborn, Kamis (17/9/2026).

Dalam tayangan itu, Beathor membeberkan berbagai klaim mengejutkan terkait asal-usul gelar akademik dan rekam jejak pendidikan Jokowi, mulai dari permohonan kredit usaha di Solo hingga dugaan keterlibatan pejabat tinggi negara dalam merekayasa berkas.

Gelar “Drs” Saat Pengajuan Kredit Usaha di Solo

Salah satu fakta mencengangkan yang diungkapkan oleh Beathor adalah terkait gelar akademis yang digunakan Jokowi sewaktu masih berstatus sebagai pengusaha kayu di Surakarta (Solo).

Menurut Beathor, berdasarkan informasi dari mantan direktur Bank Pembangunan Daerah (BPD), Jokowi saat itu tidak mencantumkan gelar “Insinyur” (Ir.) melainkan “Doktorandus” (Drs.).

Ia menyebutkan bahwa gelar Insinyur baru gencar digembar-gemborkan sewaktu Jokowi mulai melangkah ke panggung politik nasional.

“Bahkan ada info dari mantan Direktur Bank Pembangunan Daerah (BPD), Jokowi waktu jadi pengusaha kayu itu mengajukan kredit pakai Drs (Doktorandus), bukan insinyur,” ungkap Beathor Suryadi dalam wawancara di Obor Rakyat Reborn.

Beathor menilai transisi dan penggunaan gelar ini tidak konsisten dengan profil seorang lulusan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagaimana yang diklaim selama ini.

Dugaan Rekayasa Berkas dan Nama Joko Widodo yang Asli

Tak hanya persoalan gelar Drs saat mengajukan kredit bank, Beathor Suryadi juga meyakini bahwa ada dua sosok berbeda yang menggunakan nama Joko Widodo.

Berdasarkan informasi dari mantan Rektor UGM, Prof. Sofian Effendi, Beathor mengklaim pernah ada mahasiswa bernama Joko Widodo yang menempuh pendidikan hingga tingkat Sarjana Muda,.

Namun, sosok mahasiswa tersebut kemudian menghilang atau tidak melanjutkan studinya.

Beathor menduga, berkas dan rekam jejak sosok Joko Widodo yang asli ini kemudian dimanfaatkan dan direkayasa sedemikian rupa agar bisa diteruskan oleh Jokowi yang menjabat sebagai Presiden,.

Dalam tuduhannya, Beathor secara terbuka menuding mantan Rektor UGM sekaligus mantan Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, sebagai sosok yang diduga merancang dan merekayasa berkas-berkas kelulusan tersebut,.

“Artinya memang ada orang yang namanya Joko Widodo, tapi bukan yang menjadi presiden. Bukan Jokowi,” tutur Beathor.

“Nah, Jokowi ini masuk mungkin karena ada Pratikno yang juga waktu itu Rektor. Dialah yang merekayasa berkas dokumen,” tambahnya lagi.

Keberadaan Tim Khusus Pemalsuan Dokumen

Guna memuluskan langkah politik dan mempertahankan narasi keabsahan ijazah tersebut, Beathor menyebut adanya pembagian kerja dari tim-tim khusus yang disokong oleh sumber dana besar.

Menurut Beathor, skenario besar ini tidak berjalan sendiri melainkan melibatkan banyak pihak yang terbagi ke dalam beberapa peran penting.

Pertama, ada tim perancang (konseptor).

Bertugas menyusun alur cerita dan rekayasa identitas akademis.

Kedua, ada tim pencetak.

Diduga memproduksi fisik berkas atau dokumen yang diperlukan.

Kemudian ada tim penyebar dan pengaman.

Mereka adalah pihak-pihak yang bertugas mendistribusikan informasi serta menjaga agar narasi tetap aman dari kejaran hukum maupun investigasi publik.

“Jadi ada yang merancang, ada yang mencetak, ada yang menyebarkan. Ini kan jalan, ada tim masing-masing rupanya,” lugas mantan aktivis politik tersebut.

Keyakinan Tidak Memiliki Ijazah UGM

Dengan berbagai kejanggalan dokumen, keanehan perihal verifikasi berkas di Komisi Pemilihan Umum (KPU), hingga polemik hukum yang tak kunjung usai, Beathor Suryadi menegaskan keyakinan pribadinya bahwa Jokowi sebenarnya tidak memegang ijazah asli kelulusan dari UGM maupun ijazah tingkat sekolah menengah atas.

Ia membandingkan skandal ini seperti halnya penegakan hukum masa lalu yang penuh dengan misteri dan manipulasi.

Namun demikian, ia optimistis lambat laun kebenaran atas polemik ijazah ini pasti akan terkuak secara terang benderang di hadapan publik.

“Saya tetap menyatakan tidak punya ijazah, apalagi ijazah UGM,” tegas Beathor mengakhiri keterangannya.

[FULL VIDEO]

Artikel terkait lainnya