DEMOCRAZY.ID – Ida Yulidina, istri mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, buka suara setelah suaminya dicopot Presiden Prabowo Subianto dari posisi Menteri Keuangan.
Ida menyampaikan sejumlah pernyataan melalui unggahan dan balasan komentar di akun Facebook miliknya pada Senin (14/9/2026).
Dalam unggahannya, Ida meminta maaf apabila selama menjalankan tugas sebagai Menteri Keuangan, Purbaya masih dinilai belum memenuhi harapan.
“Emang negara kita tidak bisa diperbaiki, kebanyakan orang jahatnya daripada yang jujur,” tulis Ida.
Dia kemudian menyampaikan apresiasi terhadap upaya yang telah dilakukan suaminya selama menjabat.
“Mohon maaf bapak sudah berusaha semaksimal mungkin, kalau masih mengecewakan,” lanjutnya.
Ida juga menyinggung soal kebenaran yang menurutnya akan terungkap pada waktunya.
“Pada akhirnya nanti kebenaran juga akan terungkap,” tulis Ida.
Dalam balasan terhadap komentar warganet, Ida kemudian menceritakan kondisi Purbaya sebelum pencopotan dari jabatan Menteri Keuangan.
Menurut Ida, Purbaya sudah mengalami kegelisahan selama sekitar dua bulan.
Ida menyebut kegelisahan tersebut berkaitan dengan rencana Purbaya memindahkan sejumlah orang yang disebutnya “mengerikan”.
Dia mengklaim orang-orang yang hendak dipindahkan tersebut kemudian melakukan perlawanan.
“Sudah 2 bulan bapak gelisah mau mindahin orang-orang yang mengerikan,” tulis Ida dalam balasan komentarnya.
Menurut Ida, jumlah pegawai yang berkaitan dengan rencana pemindahan tersebut mencapai sekitar 300 orang dari lingkungan Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
“Yang dipindah melawan. 300 orang dari pajak dan bea cukai,” tulisnya.
Namun, Ida tidak merinci identitas maupun jabatan sekitar 300 orang yang disebutnya tersebut.
Ia juga tidak menjelaskan secara detail bentuk perlawanan yang dimaksud.
👇👇
Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya menjabat sebagai Menteri Keuangan sebelum kemudian dicopot oleh Presiden Prabowo Subianto.
Pencopotan tersebut menjadi perhatian karena posisi Menteri Keuangan merupakan salah satu jabatan strategis dalam pemerintahan, terutama dalam pengelolaan keuangan negara dan kebijakan fiskal.
Pernyataan Ida di media sosial kemudian memunculkan berbagai spekulasi mengenai kondisi internal yang terjadi sebelum pergantian tersebut.
Meski demikian, pernyataan mengenai rencana pemindahan sekitar 300 pegawai dan adanya perlawanan tersebut merupakan klaim yang disampaikan Ida melalui akun pribadinya.
Belum ada penjelasan lebih lanjut yang merinci siapa saja pegawai yang dimaksud maupun bagaimana persoalan tersebut berkaitan dengan keputusan Presiden mengganti Menteri Keuangan.
Ida sendiri menutup pernyataannya dengan keyakinan bahwa persoalan yang terjadi pada akhirnya akan menemukan titik terang.
“Pada akhirnya nanti kebenaran juga akan terungkap,” tulisnya.