DEMOCRAZY.ID – PDI Perjuangan (PDIP) berharap Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dapat menunjukkan ijazahnya kepada masyarakat saat melakukan tur akbar atau blusukan ke sejumlah daerah.
Dorongan itu disampaikan di tengah polemik mengenai keaslian ijazah Jokowi yang hingga kini masih menjadi perhatian publik.
Anggota DPR dari Fraksi PDIP, Andreas Hugo Pareira, mengatakan polemik ijazah Jokowi juga menjadi pertanyaan masyarakat di daerah pemilihannya, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Menurut Andreas, kunjungan Jokowi ke NTT dapat menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menanyakan langsung persoalan tersebut.
“Di NTT banyak orang yang ini, bertanya gitu, pas saya pulang ‘eh bapak bener tidak nih ijazahnya Pak Jokowi itu asli atau palsu?’ Sebetulnya Pak Jokowi (jika blusukan) ke sana, tentu (masyarakat bisa) tanya sendiri langsung,” kata Andreas dalam keterangannya, dikutip pada Rabu (19/8/2026).
NTT menjadi salah satu dari tiga daerah yang telah dikunjungi Jokowi. Dua daerah lainnya adalah Sumatera Barat dan Lampung.
Andreas mengatakan PDIP tidak melihat rencana kunjungan Jokowi sebagai sesuatu yang perlu dikhawatirkan.
Ia bahkan menyebut partainya tetap mampu meraih kemenangan dalam pemilu meskipun Jokowi tidak lagi menjadi bagian dari PDIP.
“Apa yang dikhawatirkan? Wong waktu dia Presiden aja kita menang kok,” ujar Andreas.
Menurut dia, dinamika politik antara Jokowi dan PDIP tidak seharusnya mengganggu konsolidasi internal partai.
Ketua DPP PDIP Bidang Ideologi, Djarot Saiful Hidayat, juga mengatakan kunjungan Jokowi ke sejumlah daerah justru dapat memberikan dampak positif terhadap soliditas kader.
Djarot mengaku tidak mempersoalkan rencana blusukan Jokowi tersebut.
Namun, ia berharap polemik mengenai ijazah Jokowi segera berakhir. Menurut Djarot, Jokowi dapat memberikan penjelasan secara langsung kepada masyarakat.
“Tapi ya beliau juga harus bisa menjelaskan, menunjukkan untuk supaya masyarakat betul-betul yakin ya bahwa ijazahnya itu asli. Tunjukkan aja ijazahnya,” kata Djarot.
Sebelumnya, Ketua DPP PSI Bidang Politik Bestari Barus menyebut Jokowi telah menyiapkan agenda kunjungan ke sejumlah daerah.
Tiga wilayah yang menjadi tujuan awal adalah Lampung, NTT, dan Sumatera Barat.
Menurut Bestari, kunjungan tersebut tidak hanya ditujukan untuk bertemu masyarakat. Jokowi juga dijadwalkan menyambangi relawan serta pengurus PSI di daerah.
“Bahwa beliau akan berkunjung, menyambangi, mereka yang pernah bersinggungan dengan Pak Jokowi di berbagai wilayah, termasuk menyempatkan agendanya mengunjungi DPD-DPD PSI, memberikan motivasi semangat,” kata Bestari.
Agenda tersebut menjadi bagian dari komunikasi politik Jokowi dengan masyarakat dan jaringan pendukungnya di berbagai daerah.
Sementara itu, Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali menilai pengalaman panjang Jokowi di dunia politik dapat menjadi modal penting bagi PSI.
Menurut Ahmad Ali, perjalanan Jokowi dari Wali Kota Solo, Gubernur DKI Jakarta, hingga menjadi presiden selama dua periode memberikan pengalaman yang dapat dibagikan kepada kader PSI.
“Beliau adalah Presiden dua periode yang memulai perjalanan politik dari bawah. Pengalaman beliau sangat luar biasa. Tentu arahan, masukan, dan pengalaman yang dibagikan kepada kader PSI akan menjadi bekal penting untuk mematangkan partai ini menjadi semakin dewasa, semakin kuat, dan semakin dekat dengan rakyat,” ujar Ahmad Ali.
Rencana kunjungan Jokowi ke NTT, Lampung, dan Sumatera Barat dengan demikian tidak hanya menjadi agenda bertemu masyarakat dan kader partai.
Di tengah polemik ijazah yang masih menjadi sorotan, kunjungan tersebut juga berpotensi menjadi ruang bagi Jokowi untuk memberikan penjelasan secara langsung kepada publik.