Kematian Penuh Misteri! Aktivis Desak Polisi Bongkar Kasus Hari Mulyono, Polemik Ijazah Jokowi Kembali Disorot

DEMOCRAZY.ID — Panggung politik nasional kembali dihangatkan oleh kemunculan isu lama yang terus dipelihara oleh para pengkritik rezim.

Aktivis sekaligus politikus senior, Sri Bintang Pamungkas, secara terbuka kembali mengangkat polemik ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo dengan melontarkan pernyataan yang memantik kontroversi baru.

Kali ini, tidak hanya mempersoalkan keaslian dokumen akademik, Sri Bintang bahkan mendesak aparat penegak hukum untuk turun tangan menyelidiki latar belakang kematian almarhum Hari Mulyono, yang diketahui merupakan ipar dari Joko Widodo.

Pernyataan tersebut disampaikan Sri Bintang melalui sebuah tayangan video yang beredar luas di media sosial, Kamis (30/7/2026).

Di dalam video itu, ia mengaitkan sosok Hari Mulyono dengan klaim asal-usul ijazah yang selama ini menjadi buah bibir di kalangan oposisi.

“Kalau polisi cerdik itu harusnya meneliti kematian Hari Mulyono,” ujar Sri Bintang.

Lebih jauh, tokoh senior tersebut secara blak-blakan mengungkapkan dugaan pribadinya.

Ia bahkan melontarkan wacana ekshumasi—penggalian kembali makam—untuk memastikan asumsi yang ia bangun terkait keterkaitan peristiwa tersebut dengan polemik ijazah.

“Kalau terjadi jenazah digali kembali, lalu diotopsi, mungkin dugaan saya itu benar,” tambahnya tanpa menyertakan bukti hukum yang valid.

Klaim Tuduhan Pengambilan Dokumen hingga Seret Nama Bambang Tri

Dalam kesempatan yang sama, Sri Bintang melontarkan tudingan keras bahwa dokumen akademik tersebut didapatkan melalui cara-cara yang tidak sah, serta menuding adanya proses rekayasa percetakan dokumen di kawasan Pramuka, Jakarta.

Namun, seluruh klaim tersebut dilempar ke ruang publik tanpa disertai bukti baru yang dapat diverifikasi secara objektif.

Isu mengenai keterlibatan almarhum Hari Mulyono dalam pusaran polemik ini sebenarnya bukanlah hal baru.

Sebelumnya, narasi serupa sempat disuarakan oleh Bambang Tri Mulyono—sosok yang pernah menggugat keaslian ijazah Jokowi di meja hijau.

Bambang Tri sempat mengklaim bahwa foto wisuda yang selama ini beredar di ruang publik bukanlah memperlihatkan sosok Joko Widodo, melainkan Hari Mulyono bersama Idayati, dengan tuduhan bahwa foto tersebut telah mengalami penyuntingan digital.

👇👇

Bantahan Tegas Pihak Kampus dan Proses Hukum

Menanggapi gelombang polemik yang tak kunjung surut ini, pihak Universitas Gadjah Mada (UGM) selaku almamater telah berulang kali memberikan klarifikasi resmi.

Kampus merespons tegas bahwa ijazah Joko Widodo adalah dokumen yang sah dan asli, serta memastikan seluruh rekam jejak proses akademik di Fakultas Kehutanan UGM terdokumentasi dengan sangat baik dan sesuai prosedur.

Hingga saat ini, polemik berkepanjangan mengenai keabsahan dokumen dan berbagai klaim liar yang dilemparkan sejumlah pihak masih bergulir di ranah diskursus publik tanpa adanya pembuktian sah melalui putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Artikel terkait lainnya