

DEMOCRAZY.ID – Polemik mengenai keaslian ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) kembali menjadi perhatian publik setelah putusan sela Pengadilan Negeri Jakarta Timur yang mengabulkan eksepsi terdakwa dokter Tifauzia Tyassuma (Dokter Tifa) dalam perkara dugaan pencemaran nama baik terkait isu ijazah.
Di tengah kembali menghangatnya isu tersebut, jurnalis senior Hersubeno Arief mengungkap perbincangannya dengan mantan Sekretaris Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) PDIP DKI Jakarta, Denny Iskandar.
Dalam tayangan di kanal YouTube miliknya, Hersubeno menyebut Denny merupakan salah satu pihak yang ikut memverifikasi dokumen administrasi Jokowi saat proses pencalonan pada Pilkada DKI Jakarta 2012.
Menurut penuturan Denny yang dikutip Hersubeno, dirinya mulai merasakan adanya kejanggalan ketika melakukan pemeriksaan dokumen administrasi Jokowi pada 2011–2012.
Perhatian utamanya tertuju pada foto yang tercantum dalam ijazah Universitas Gadjah Mada (UGM).
“Waktu itu foto di ijazah memakai kacamata, sementara sosok Jokowi yang mendaftar tidak mengenakan kacamata. Namun karena fokus saat itu adalah mengamankan keputusan partai, proses verifikasi administrasi tetap dilanjutkan,” ujar Denny sebagaimana dikutip Hersubeno Arief, Sabtu (25/7/2026).
Denny juga memberikan klarifikasi terkait namanya yang sebelumnya disebut oleh politikus PDIP Bitor Suryadi.
Ia menegaskan keterlibatannya hanya sebatas menjalankan tugas administratif sebagai pengurus Bapilu PDIP dalam proses verifikasi dokumen pencalonan.
Ia menjelaskan seluruh dokumen administrasi Jokowi ketika itu diserahkan oleh tim dari Solo.
Menurutnya, proses tersebut melibatkan Muhammad Isnaini yang dikenal sebagai Ketua Relawan Alap-Alap Jokowi serta Eko Sulistyo yang saat itu disebut merupakan mantan Ketua KPUD Solo.
Selain membahas dokumen administrasi, perbincangan tersebut juga menyinggung dinamika internal PDIP menjelang Pilkada DKI Jakarta 2012.
Dalam video itu disebutkan almarhum Taufiq Kiemas dikabarkan sempat tidak menyetujui pencalonan Jokowi dan lebih mendukung Fauzi Bowo.
Berdasarkan kesaksian almarhum Panda Nababan, Taufiq disebut memiliki penilaian tersendiri terhadap sosok Jokowi saat itu.
Meski demikian, PDIP pada akhirnya tetap mengusung pasangan Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada Pilkada DKI Jakarta 2012.
Pasangan tersebut kemudian memenangkan kontestasi, yang menjadi titik awal perjalanan politik Jokowi hingga terpilih sebagai Presiden RI pada Pemilu 2014 dan kembali memenangkan Pilpres 2019.
Hingga kini, polemik mengenai ijazah Jokowi masih menjadi bagian dari proses hukum yang berlangsung.
Sejumlah pihak telah menyampaikan pandangan dan klaim masing-masing, sementara beberapa perkara yang berkaitan dengan isu tersebut masih diproses melalui jalur peradilan.
Perlu dicatat, pernyataan Denny Iskandar dalam tayangan tersebut merupakan klaim yang disampaikan dalam ruang publik dan belum merupakan fakta yang telah diuji atau diputuskan oleh pengadilan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat tanggapan resmi dari Joko Widodo maupun pihak-pihak yang disebut dalam pernyataan tersebut terkait klaim yang disampaikan.
[VIDEO]