Bongkar Sisi Lemah Kekuasaan: Panda Nababan Sebut Prabowo Tak Berkutik Ganti Kapolri dan Jaksa Agung!

DEMOCRAZY.ID — Panggung politik nasional kembali diguncang oleh komentar pedas dari politikus senior PDI Perjuangan, Panda Nababan, terkait kemelut hukum yang melibatkan mantan Jampidsus Febrie Adriansyah.

Di tengah carut-marut institusi penegak hukum, Panda secara terbuka melontarkan kritik telak yang menelanjangi rapuhnya relasi kuasa antara Istana dengan para petinggi Polri dan Kejaksaan Agung.

Menurut Panda, kisruh terbuka yang mempereteli wibawa penegakan hukum hari ini merupakan cerminan nyata dari hilangnya rasa hormat dan segan dari para pembantu utama presiden terhadap otoritas tertinggi kepemimpinan nasional.

“Jadi kalau saya terus terang kesan mereka (Kapolri dan Jaksa Agung) tidak menghormati Prabowo. Mereka tidak segan sama Prabowo,” ungkap Panda Nababan secara blak-blakan dalam siniar di kanal YouTube Keadilan TV.

Tuntut Ketegasan: “Langsung Copot, Hak Prerogatif Ada Kok!”

Menghadapi pembangkangan terselubung dan kegaduhan antarlembaga yang kian meresahkan, Panda menilai bahwa Presiden Prabowo Subianto seharusnya tidak perlu ragu menggunakan instrumen kekuasaan tertingginya.

Sebagai kepala negara sekaligus kepala pemerintahan, hak prerogatif untuk melakukan perombakan mutlak berada di tangan presiden.

Alih-alih memelihara kompromi politik yang merusak wibawa negara, tindakan korektif berupa pencopotan jabatan strategis dinilai sebagai harga mati untuk menyelamatkan sisa-sisa kredibilitas rezim.

“Langsung copot. Hak prerogatif sama dia ada kok,” tandas Panda menegaskan.

SIMAK SELENGKAPNYA VIDEO:

Ujian Berat di Tengah Krisis Kepercayaan

Pernyataan keras dari politikus kawakan ini semakin memperkeruh atmosfer kekuasaan yang tengah dihantam berbagai badai krisis, mulai dari anjloknya tingkat kepuasan publik hingga krisis ekonomi yang menghimpit rakyat.

Ketika para petinggi aparat penegak hukum dipertanyakan loyalitas dan wibawanya di hadapan pimpinan tertinggi, stabilitas nasional berada di ujung tanduk.

Apakah Presiden Prabowo bernyali besar membersihkan duri dalam daging di lingkaran penegak hukum, atau justru memilih tunduk pada kompromi elite?

Artikel terkait lainnya