Analisis Pengamat: Roy dan Tifa Sulit Menang, Yang Mereka Hadapi Pengadilan Politik!

DEMOCRAZY.IDPenangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifauzia Tyasumma oleh Polda Metro Jaya terus memantik beragam tanggapan dari sejumlah kalangan.

Salah satunya datang dari pengamat kebijakan publik, Gigin Praginanto.

Gigin mengaitkan penangkapan kedua tersangka tersebut dengan aktivitas buzzer di media sosial yang mulai menggencarkan serangan narasi setelah proses hukum dilakukan.

Aktivitas Buzzer Usai Penangkapan

Dikatakan Gigin, munculnya berbagai tudingan terhadap Roy Suryo dan Dokter Tifa setelah penangkapan menjadi indikasi bahwa sebagian pihak telah mengetahui lebih dahulu mengenai langkah hukum yang akan diambil penyidik.

“Begitu Roy Suryo dan dokter Tifa ditangkap, para buzzer langsung mengumbar fitnah untuk menjatuhkan kedua tokoh tersebut,” ujar Gigin, Minggu (21/6/2026).

Ia kemudian melanjutkan pandangannya terkait keterkaitan antara aktivitas buzzer dan proses penangkapan yang terjadi.

“Ini menegaskan bahwa mereka sudah tahu akan terjadi penangkapan,” ucapnya.

Sebut Jokowi ‘Superman’ di Dunia Politik

Dalam pernyataan yang sama, Gigin juga menyinggung Presiden ke-7 RI, Jokowi.

Ia menilai penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa menunjukkan kuatnya pengaruh politik yang dimiliki Jokowi.

“Penangkapan Roy Suryo dan dokter Tifa menunjukkan bahwa Jokowi adalah superman di dunia politik,” tukasnya.

Gigin kemudian mengaitkan penilaiannya tersebut dengan polemik ijazah yang selama ini menjadi perdebatan di ruang publik.

“Tak pernah muncul di pengadilan dan menunjukkan ijazah asli tapi bisa menggiring orang ke penjara,” timpalnya.

Selain menginggung soal buzzer, Gigin juga melontarkan kritik kepada pihak-pihak yang menurutnya ikut memanfaatkan situasi tersebut untuk kepentingan tertentu.

“Para binatang politik berkeliaran agar digelontori duit oleh majikannya dengan melecehkan Roy Suryo dan dr Tifa,” sesalnya.

Pesimis terhadap Proses Hukum

Lebih jauh, Gigin mengaku pesimistis Roy Suryo dan Dokter Tifa dapat memperoleh hasil yang menguntungkan dalam proses hukum yang sedang berjalan.

Ia bahkan bilang bahwa perkara tersebut sebagai proses yang sarat kepentingan politik.

“Jangan berharap Roy Suryo dan dr Tifa akan menang karena yang dihadapi adalah pengadilan politik sehingga vonis bahkan sudah dijatuhkan sebelum penangkapan dilakukan,” kuncinya.

Sebelumnya, Jokowi, buka suara terkait kabar penangkapan Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau dokter Tifa oleh penyidik Polda Metro Jaya dalam perkara dugaan pencemaran nama baik yang berkaitan dengan polemik ijazahnya.

Menanggapi perkembangan terbaru kasus tersebut, Jokowi memilih tidak banyak berkomentar.

Ia menyerahkan sepenuhnya proses penanganan perkara kepada aparat penegak hukum hingga nantinya diputuskan oleh pengadilan.

“Kita ikuti proses hukum yang ada sampai nanti di sidang di pengadilan. Karena nanti pengadilanlah yang akan memutuskan,” ujar Jokowi kepada awak media, Jumat (19/6/2026).

Pernyataan itu disampaikan setelah muncul informasi bahwa Roy Suryo dan dokter Tifa telah diamankan penyidik Polda Metro Jaya pada Jumat pagi.

Jokowi Tegaskan Siap Hadir di Persidangan

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi kembali menegaskan kesiapannya untuk hadir apabila diminta memberikan keterangan dalam proses persidangan nanti.

Menurut ayah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka itu, komitmen yang pernah disampaikannya sejak awal masih tetap berlaku.

“Ya hadir. Akan hadir sesuai yang sudah saya sampaikan,” ucapnya.

Jokowi juga mengungkapkan bahwa ijazah yang selama ini menjadi objek perkara masih berada di tangan penyidik sebagai barang bukti.

“Iya. Masih di Polda,” katanya singkat.

Sumber: Fajar

Artikel terkait lainnya