DEMOCRAZY.ID – Juru Bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso, naik pitam merespons pernyataan dalam tuntutan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) yang menyebut adanya ‘penjajahan negara atas rakyat sendiri’.
Sugiat mengaku sepakat dengan sejumlah isu yang disampaikan BEM UI, khususnya terkait pentingnya penegakan dan pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
Namun, ia mempertanyakan dasar atau data yang digunakan BEM UI hingga menyimpulkan bahwa negara telah menjajah rakyatnya sendiri.
Sugiat mengatakan pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme merupakan agenda yang seharusnya didukung seluruh pihak.
Menurutnya, masyarakat sipil, mahasiswa, media, hingga elemen lainnya memiliki peran penting dalam melakukan pengawasan terhadap pemerintah.
“Semua pihak pasti sepakat dengan itu. Tinggal bagaimana kita, apakah civil society, BEM, media, dan kita melakukan pengawasan dengan seketat-ketatnya,” ujar Sugiat, Kamis (20/8/2026).
Ia juga meminta aparat penegak hukum menjalankan tugasnya secara profesional dan tidak tebang pilih.
“Kita meminta kepada aparat penegak hukum untuk katakanlah tanpa pandang bulu untuk menegakkan pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme,” lanjutnya.
Meski demikian, Sugiat menilai ada sejumlah isu yang perlu dibahas secara lebih khusus.
Salah satunya adalah seruan untuk ‘menghentikan penjajahan negara atas rakyat sendiri.’
“Tapi ada beberapa isu yang saya pikir ini perlu dialektika yang lebih khusus,” katanya.
Ditegaskan Sugiat, pernyataan tersebut merupakan tuduhan serius sehingga semestinya disertai fakta dan data yang jelas.
“Misalnya, isu yang pertama itu hentikan penjajahan negara atas rakyat sendiri,” jelas Sugiat.
Sugiat kemudian mempertanyakan dasar BEM UI dalam mengambil kesimpulan tersebut.
“Iya, apa fakta, apa data yang sampai BEM UI membuat kesimpulan seperti itu,” timpalnya.
Ia menekankan bahwa narasi tersebut dapat dipahami sebagai tuduhan bahwa Indonesia atau pemerintah merupakan negara yang menjajah rakyatnya sendiri.
“Kalau itu kan poin satu seperti menuduh Indonesia, menuduh pemerintah, itu negara penjajah,” Sugiat menuturkan.
Sugiat menegaskan dirinya tidak sepakat dengan kesimpulan tersebut.
Kata dia, pemerintah maupun dirinya tidak merasa bahwa Indonesia merupakan negara yang menjajah rakyat sendiri.
“Ya tidak. Ya pasti kami tidak merasa seperti itu,” imbuhnya.
Ia juga mengklaim bahwa mayoritas masyarakat Indonesia tidak merasa sedang dijajah oleh negaranya sendiri.
“Dan mayoritas rakyat Indonesia juga tidak merasa seperti itu,” lanjut Sugiat.
Karena itu, ia kembali mempertanyakan dari mana BEM UI mengambil kesimpulan mengenai adanya “penjajahan negara atas rakyat sendiri”.
“Saya nggak tahu dari mana BEM UI bisa mengambil kesimpulan seperti itu,” kuncinya.