Misteri Kursi Kabinet Terkuak! Istana Ungkap Ada ‘Masalah’ Soal Posisi Duduk Prabowo-Gibran Yang Tak Lagi Sejajar

DEMOCRAZY.IDPemerintah Indonesia akhirnya buka suara terkait dengan perubahan posisi duduk dari Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam Sidang Kabinet Paripurna.

Ternyata ada masalah teknis yang menyebabkan kedua sosok tersebut memiliki tata letak kursi yang berbeda.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memastikan tidak ada pesan politik ataupun perubahan hubungan antara presiden dan wakil presiden di balik susunan kursi yang berbeda dari sidang-sidang sebelumnya.

Ia mengatakan perubahan tata letak kursi tersebut murni disebabkan oleh kebutuhan teknis selama jalannya rapat.

“Kalau saudara-saudara kemarin perhatikan adalah bapak presiden berada di tengah-tengah. Dan kalau yang dipertanyakan adalah posisi dari bapak wakil presiden, kalau menurut kami ini hanya masalah kebutuhan teknis semata, tidak ada hal-hal lain yang mungkin perlu dikhawatirkan,” ujar Prasetyo, dikutip Rabu (22/7/2026).

Prasetyo menjelaskan, perubahan tata letak dilakukan agar presiden lebih leluasa menyampaikan paparan evaluasi kinerja pemerintah menggunakan teleprompter.

Menurutnya, rapat tersebut memuat banyak materi dan data sehingga diperlukan penyesuaian posisi presiden agar penyampaian presentasi berjalan lebih efektif.

Ia menegaskan bahwa perubahan posisi duduk tersebut tidak boleh dimaknai sebagai adanya perbedaan kedudukan antara presiden dan wakil presiden maupun adanya keretakan di internal pemerintahan.

“Tidak ada, sama sekali tidak ada, sama sekali tidak ada. Kami pada posisi kita sekarang sedang kompak-kompaknya, sedang semua berusaha keras mencapai apa yang menjadi garis dari bapak presiden, menjadi garis dari program kerja dan prioritas nasional semata-mata semua untuk kepentingan masyarakat, kepentingan bangsa dan negara,” kata Prasetyo.

Ia menambahkan bahwa seluruh jajaran kabinet saat ini tetap fokus menjalankan agenda pemerintahan dan menyelesaikan berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat.

Menurutnya, perhatian pemerintah saat ini tertuju pada percepatan realisasi program prioritas, bukan pada isu-isu yang berkembang terkait posisi duduk dalam sidang kabinet.

“Dan tentu kita menyadari masih banyak juga permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat dan dihadapi oleh bangsa kita. Jadi tidak ada sama sekali,” tutur Prasetyo.

Diketahui, Wakil Presiden Gibran menempati krusi di sisi kanan depan Presiden Prabowo di Sidang Kabinet Paripurna, Senin (20/7/2026).

Posisi tersebut membuatnya tampak berada dalam satu barisan dengan sejumlah menteri kabinet, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Susunan tersebut berbeda dibandingkan sidang kabinet sebelumnya ketika kursi presiden dan wakil presiden ditempatkan berdampingan di bagian depan ruang sidang.

Perbedaan inilah yang kemudian menjadi perhatian publik dan memunculkan berbagai tafsir di media sosial.

Namun dengan penjelasan terbaru pemerintah, perubahan posisi kursi presiden dan wakil presiden dalam sidang terkait akhirnya jelas merupakan konsekuensi dari kebutuhan teknis penyampaian materi rapat dan tidak berkaitan dengan dinamika politik maupun hubungan antara Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

πŸ‘‡πŸ‘‡

Artikel terkait lainnya