Amien Rais Lempar Peringatan Maut! Prabowo Diminta Waspada Tingkat Tinggi Hadapi Pengaruh Menteri hingga ‘Geng Solo’

DEMOCRAZY.ID – Ketua Dewan Pertimbangan Partai Ummat Amien Rais mengingatkan Presiden Prabowo Subianto agar tidak menerima begitu saja seluruh laporan yang disampaikan jajaran bawahannya.

Menurut Amien, laporan dari lingkungan pemerintahan berpotensi hanya menampilkan informasi yang menyenangkan bagi seorang pemimpin.

Karena itu, Prabowo dinilai perlu membandingkan laporan tersebut dengan kondisi nyata di lapangan.

“Nasihat ringan saya untuk Mas Prabowo, jangan ditelan semua laporan dari seluruh anak buah,” kata Amien, dikutip dari kanal Youtube pribadinya, Jumat (28/8/2026).

Mantan Ketua MPR RI itu mengatakan dirinya mencermati sejumlah pidato Prabowo yang kerap diawali dengan kalimat “berdasarkan laporan yang saya terima”.

Ia menilai laporan yang masuk kepada presiden dapat dipengaruhi budaya birokrasi yang cenderung menyampaikan hal-hal positif kepada pimpinan.

“Saya perhatikan hampir pidato Prabowo diawali dengan kata-kata berdasarkan laporan yang saya terima,” ujarnya.

Menurut Amien, laporan tersebut bisa saja menggambarkan kondisi yang terlalu ideal dan membuat pemimpin terlena.

“Mas Prabowo sudah paham betul bahwa laporan dari bawah tentu bernuansa budaya yang menyenangkan, bahkan meninabobokkan,” kata dia.

Tokoh Reformasi itu mencontohkan laporan yang menggambarkan bahwa masyarakat di berbagai wilayah merasa bangga terhadap kepemimpinan Prabowo.

“Laporan itu pasti menyenangkan, misalnya seluruh rakyat bangga Bapak jadi Presiden. Di perkotaan, pedesaan, bahkan tempat-tempat terpencil. Nama Bapak harum dan seterusnya,” ujarnya.

Karena itu, Amien meminta Prabowo bersikap lebih kritis terhadap setiap informasi yang diterimanya.

Amien Minta Prabowo Mawas Diri

Selain soal laporan dari bawahan, Amien juga meminta Prabowo melakukan introspeksi terhadap kinerja pemerintahannya.

Ia menyinggung dinamika elektabilitas Prabowo yang menurutnya perlu menjadi perhatian.

“Maaf Presiden Prabowo bila elektabilitas Presiden terus merosot dan sudah disalib Gubernur Jawa Barat, Pak KDM, Pak Kang Dedi Mulyadi, harusnya Prabowo segera mawas diri,” ujar Amien.

Amien menilai perubahan dukungan publik semestinya menjadi momentum bagi Prabowo untuk mengevaluasi gaya kepemimpinannya.

Ia bahkan menyebut Prabowo sebagai pemimpin yang ragu-ragu dan tidak tegas dalam mengambil keputusan.

“Saya terpaksa menyimpulkan, ternyata Prabowo seorang pemimpin yang peragu, hesitating, tidak tegas, indecisif,” katanya.

Singgung Oligarki

Amien juga menyoroti persoalan oligarki. Ia menilai Prabowo belum berhasil menghadapi kekuatan politik dan ekonomi yang disebutnya memiliki pengaruh terhadap pemerintahan.

“Setelah hampir dua tahun berkuasa, Prabowo gagal menaklukkan oligarki,” kata Amien.

“Sebaliknya oligarki yang justru menaklukkan Prabowo,” lanjutnya.

Menurut Amien, sejumlah persoalan nasional membutuhkan respons pemerintah yang cepat dan tegas.

Ia mengingatkan gaya kepemimpinan yang dinilainya maju-mundur dapat berdampak terhadap efektivitas pemerintahan.

“Perlu penanganan yang tegas dan cepat dengan kepemimpinan Prabowo yang maju-mundur, gojak-gajak. Bisa-bisa Indonesia justru makin terburuk,” ujarnya.

Desak Prabowo Reshuffle Kabinet

Dalam kesempatan tersebut, Amien juga mendesak Prabowo mempertimbangkan perombakan kabinet.

Ia mempertanyakan kapan Prabowo akan mengganti sejumlah menteri yang menurutnya masih memiliki kedekatan dengan pemerintahan Presiden ke-7 Joko Widodo.

“Ngomong-ngomong kapan separuh kabinet menteri-menteri yang sedang berusaha menggunting Anda dalam lipatan segera Anda reshuffle?” kata Amien.

Amien menuding sejumlah menteri yang disebutnya ditempatkan pada pemerintahan Prabowo oleh Jokowi justru berpotensi menjadi pihak yang berseberangan dengan Presiden.

Ia juga melontarkan tudingan terhadap kelompok politik yang disebutnya berasal dari Solo.

“Seluruh menteri yang ditanamkan Jokowi itu sunyam melawan Anda, menggunting dalam lipatan tadi,” ujarnya.

“Jadi para gangster dari Solo itu punya target politik tunggal yakni hancur dan gagalkan Pemerintahan Prabowo,” lanjut Amien.

Usul Ganti Kapolri dan Panglima TNI

Tak hanya menteri, Amien juga meminta Prabowo mengevaluasi sejumlah pejabat strategis.

Ia secara terbuka mendorong pergantian Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.

“Jadi sebelum terlambat copot Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit, juga ganti Panglima TNI Agus Subiyanto dan lain-lain,” kata Amien.

Pernyataan tersebut merupakan pandangan dan tudingan Amien Rais.

Klaim mengenai adanya upaya menggagalkan pemerintahan Prabowo maupun keterlibatan pihak tertentu dalam pemerintahan tidak disertai bukti yang dipaparkan dalam pernyataan tersebut.

Amien pada intinya meminta Prabowo memperkuat evaluasi internal, tidak bergantung sepenuhnya pada laporan bawahan, serta mengambil keputusan secara lebih tegas dalam menghadapi persoalan pemerintahan.

Artikel terkait lainnya