Skenario Duel Kekuasaan Mulai Terbaca? Presiden Prabowo Diminta Waspada: Pendukung Gibran Bisa Jadi Ancaman!

DEMOCRAZY.IDPakar komunikasi politik, Henri Subiakto, melontarkan analisis menohok mengenai keberlangsungan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto hingga akhir masa jabatannya di tahun 2029.

Dalam cuitan terbaru yang diunggah melalui akun media sosial miliknya, guru besar Universitas Airlangga (Unair) tersebut mengingatkan Presiden Prabowo untuk melakukan introspeksi mendalam.

Menurutnya, potensi ancaman terhadap stabilitas kekuasaan sang presiden saat ini justru datang dari lingkaran dalam perpolitikan pendukung Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Pergeseran Peta Politik dan Potensi Ancaman

Henri Subiakto menyoroti bagaimana konstelasi politik telah mengalami pergeseran pasca-Pemilu.

Pada masa kampanye hingga penetapan hasil pemilu, sosok Gibran diakui menjadi salah satu faktor pendorong utama yang melapangkan jalan Prabowo meraih kursi presiden.

Namun, seiring berjalannya roda pemerintahan, situasi tersebut dinilai mengalami perubahan yang cukup signifikan.

“Prabowo harus introspeksi agar kekuasaannya bisa aman sampai akhir 2029. Gibran dulunya menjadi pendorong yang membuat Prabowo terpilih jadi Presiden. Sekarang keadaan berubah, Prabowo bisa berbahaya kedudukannya justru karena kekuatan dan permainan politik para pendukung Gibran,” tulis Henri Subiakto dalam unggahannya.

Ia menggarisbawahi adanya perbedaan mencolok antara dinamika yang tampak di permukaan publik dengan kenyataan politik di balik layar.

Politik, menurut Henri, selalu diwarnai oleh benturan berbagai kepentingan yang kerap kali tersembunyi dari pengamatan masyarakat umum.

“Di panggung depan bisa sangat berbeda dengan kenyataan di panggung belakang. Apa yang nampak dan terucap di publik, bisa sangat beda dengan yang dibicarakan di belakang. Itulah dinamika politik dari kekuatan yang aslinya punya kepentingan sendiri-sendiri,” sambung Henri.

Sorotan Terhadap Evaluasi Kinerja dan Kepuasan Publik

Tidak hanya menyoal relasi politik di tingkat elit, unggahan tersebut juga menampilkan data visual berupa grafik survei kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran dari Tempo Data Science (Agustus 2026).

Berdasarkan grafik evaluasi publik tersebut, penilaian terhadap kinerja pemerintahan cenderung negatif, di mana hanya 37% masyarakat yang merasa puas atau sangat puas.

Secara rinci, skor kepuasan publik tercatat sebagai berikut:

  • Kinerja Prabowo-Gibran (Keseluruhan): Memperoleh skor 5,7 dari 10 (50% kurang puas, 12% tidak puas sama sekali, 34% puas, 3% sangat puas).
  • Kinerja Presiden Prabowo Subianto: Memperoleh skor 5,8 dari 10 (50% kurang puas, 10% tidak puas sama sekali, 38% puas, 2% sangat puas).
  • Kinerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka: Memperoleh skor 5,3 dari 10 (47% kurang puas, 13% tidak puas sama sekali, 31% puas, 1% sangat puas).

Rendahnya tingkat kepuasan publik ini mempertegas tantangan berat yang harus dihadapi oleh pemerintah, baik dalam menyelesaikan persoalan ekonomi, penegakan hukum, maupun isu-usr strategis lainnya.

Respon Netizen dan Pro-Kontra di Masyarakat

Pernyataan Henri Subiakto langsung memicu gelombang respons beragam dari warga net (netizen). Kolom komentar unggahan tersebut dipenuhi diskursus hangat terkait efektivitas kepemimpinan nasional dan manuver elit politik.

Beberapa netizen menyoroti beban berat yang harus dipikul presiden di tengah berbagai persoalan bangsa.

Akun @SyahRud16089883 menuliskan, “Presiden kesannya seperti kerja sendirian, padahal masalah bangsa yang dihadapi banyak.”

Sementara itu, nada kritis juga disampaikan oleh akun @pembela_kaum yang menilai Presiden Prabowo perlu lebih peka terhadap masukan dan peringatan dari orang-orang di sekitarnya terkait potensi bahaya politik.

Di sisi lain, narasi kontra turut bermunculan. Akun @ChandraHerman20 mengingatkan agar publik tidak terjebak dalam propaganda atau upaya adu domba.

“Bahaya itu apabila ada hasut menghasut sesama anak bangsa, bahasa politiknya propaganda politik, apalagi banyak pengamat karbitan yang ingin masuk ke pemerintahan dengan cara menjatuhkan orang lain,” tegasnya.

Pandangan senada disampaikan akun @b_budiman1956 yang meyakini bahwa Presiden Prabowo merupakan sosok pemimpin berpengalaman yang tidak akan mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berkembang di media sosial.

Polemik ini semakin mempertegas bahwa keterbukaan informasi dan dinamika politik menjelang pertengahan masa jabatan pemerintah akan terus menjadi ujian krusial bagi soliditas pasangan kepemimpinan Prabowo-Gibran hingga 2029 mendatang.

Artikel terkait lainnya