DEMOCRAZY.ID – Sebanyak 15 anggota Kabinet Bayangan ternyata tak ditunjuk serta merta. Ada tiga sosok yang menentukan mereka layak atau tidak.
Hal tersebut diungkapkan Menteri Sekretaris Negara Kabinet Bayangan Feri Amsari. Dia menyebut pemilihan menteri melalui seleksi.
“Dilakukan seleksi, kemudian ada masukan dari beberapa orang, lalu ada berburu talenta berlian,” kata Feri dikutip dari YouTube Refly Harun, Sabtu (22/8/2026).
Tiga sosok yang melakukan seleksi tersebut, di antaranya eks Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Erry RIyana.
Kemudian dua pakar hukum tata negara, Zainal Arifin Mochtar dan Bivitri Susanti.
“Diseleksi tiga orang Eri Riana Harja Pamengkas, Zainal Arifin Mochtar, Bivitri Susanti,” ungkapnya.
Feri menyebut setidaknya porsi perempuan di Kabinet Merah Putih mencapai 40 persen dari total 15 orang.
Hal tersebut, menurutnya sebagai manifestasi dari memberi kesempatan perempuan di ranah publik.
“Perempuan itu memang, dari dulu ktia merasa. Ruang untuk perempuan bisa berkarya lebih di republik harus juga diberikan,” jelasnya.
Para perempuan tersebut, disebutnya terbaik di bidangnya.
“Dan ternyata perempuan ini jago-jago semua di situ. Jadi kebetulan kita ketemu orang-orang yang paling brilian di isu itu,” imbuhnya.
Dia memberi sejumlah gambaran, seperti Kuri Maharani yang ditunjuk sebagai menteri pertahanan.
“Misal saya kacih contoh, ada Menteri Pertahanan, Kuri Maharani, karena kajian keilmuannya di economic defense,” ujarnya.
Feri mengklaim punya keadhlian di bidang tersebut. Bahkan satu-satunya di Indonesia yang mengkaji ekonomi pertahanan.
“Dia the one and only di Indonesia yang fokus ke economic defense. Nahkan Kementerian Pertahanan sering menggunakan keahliannya mendapatkan gambaran soal economic defense,” ucapnya.
Selain itu ada dosen Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada Nabiyla Risfa Izzati.
“Kemudian ada Nabiyla, pendekatannya sebenarnya ketenagakerjaan, dan kami merasa dia cocok juga untuk isu layanan publik. Menteri Sosial dan Layanan Dasar,” ujarnya.
Ada pula dosen di salah satu universitas di Amerika, yakni Irma Hidayana.
“Lalu ada Mbak Irma Hidayana, dosen di Amerika yang fokus ke isu layanan kesehatan. Dia jago di isu layanan keehatan, dia pendiri lapor Covid. Dia tahu problematka layanan kesehatan di Indonesia,” paparnya.
Kabinet Bayangan terdiri dari 15 menteri yang berasal dari berbagai latar belakang.
Berikut daftar menteri Kabinet Bayangan beserta pejabat atau kementerian yang dibayangi:
Membayangi:
Membayangi:
Membayangi:
Membayangi:
Membayangi:
Membayangi:
Membayangi:
Membayangi:
Membayangi:
Membayangi:
Membayangi:
Membayangi:
Membayangi:
Membayangi:
Membayangi: