Di Balik 15 Anggota Kabinet Bayangan, Ternyata Ada ‘Tiga Sosok’ Yang Menentukan Layak Atau Tidaknya

Signature: IiJTG8ESuoXKftXhTArjtKleYZwiiiGWcXB1H6tRRZN4tSOcdyJW75oxkzjG+GuarYyJuNVc645A7NHGO5IIUN6CrdyDBRRLTdDIZOPF1CAXgxawyV396Damwa+PEnpMmYsmeCNVCJvAaZlRgDQAeGLYY1OqE6fSEOmedUsg1R9RgI9v3mvzONR9n2F2/iv+nPkU/xoEt8ZQBorHrRZWgBGaw9Aa6dOyDMUSHHqwXyOVrz49qBq0OrDIz9yEvnUNbzLCU1xRhckC9cLCAXqcZg32zbqZgB5C67ZPo0mqrCFgoqrdGcH51u6BsJHQC1q/1E3GpRkbaswNzF06MBovPkZ5P5JyJC8Lj2zv7oQ1GouJxoNbLOHVpHxE/jcqwQeYqphz9DkMG1edzy0N2qOqYyYmHSzltuRUpqFBNRGrJ8Eg+IJRXegWbryjKb6WxEeaHrhLOI1tB8OKr65Ce6lbsfM4sqiWBAQhLccacVJeyvquqw+3AeT4qf5OXJNIBuihw316kZGq4EHJAPj4+RLWgtL6sb95QSIDdjjIQwUYNv1zLcakZDxBbHpOzjOmJ1V9KPxUx+1Iw6Xc/X8CMW1mnhfVgUPRVjkxnuVd4KNICVd2cLZPk1a2XuuGOC4BZrftlVUERyxISKudWrOHqeMRyQ0G8iEpwr37Y9i0Im68Hfd0cH3M7c5+k5DHtbA6VlinrXJi8Pn0x3TL7JfLJNuKlu48gYzIPyEzDeQkqKUP7DNDGlWc7wrjcFXqfJzHFVgTfdioeKwmq55Rh/fSYrsxVij8dGAvnNvO/UAz0aktAADvc6EPXt+wo91JZmCBY03T/At/423ths22km5Qr5WQdOPlfO5QoNYQEA1gwBJDTFC97ug0YqK9YFur5WGlFt8/4j/FNfD1/yZHs/JrNeb7pYZqkyIIuLzL2nB9NgI8pWcAeEtd45u91uqzGKM4c1acewS1XzJYcQ1SfI2wJsVinIiB6HQz36b+to7AS1oeJSM=

DEMOCRAZY.ID – Sebanyak 15 anggota Kabinet Bayangan ternyata tak ditunjuk serta merta. Ada tiga sosok yang menentukan mereka layak atau tidak.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Sekretaris Negara Kabinet Bayangan Feri Amsari. Dia menyebut pemilihan menteri melalui seleksi.

“Dilakukan seleksi, kemudian ada masukan dari beberapa orang, lalu ada berburu talenta berlian,” kata Feri dikutip dari YouTube Refly Harun, Sabtu (22/8/2026).

Tiga sosok yang melakukan seleksi tersebut, di antaranya eks Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Erry RIyana.

Kemudian dua pakar hukum tata negara, Zainal Arifin Mochtar dan Bivitri Susanti.

“Diseleksi tiga orang Eri Riana Harja Pamengkas, Zainal Arifin Mochtar, Bivitri Susanti,” ungkapnya.

Porsi Perempuan

Feri menyebut setidaknya porsi perempuan di Kabinet Merah Putih mencapai 40 persen dari total 15 orang.

Hal tersebut, menurutnya sebagai manifestasi dari memberi kesempatan perempuan di ranah publik.

“Perempuan itu memang, dari dulu ktia merasa. Ruang untuk perempuan bisa berkarya lebih di republik harus juga diberikan,” jelasnya.

Para perempuan tersebut, disebutnya terbaik di bidangnya.

“Dan ternyata perempuan ini jago-jago semua di situ. Jadi kebetulan kita ketemu orang-orang yang paling brilian di isu itu,” imbuhnya.

Dia memberi sejumlah gambaran, seperti Kuri Maharani yang ditunjuk sebagai menteri pertahanan.

“Misal saya kacih contoh, ada Menteri Pertahanan, Kuri Maharani, karena kajian keilmuannya di economic defense,” ujarnya.

Feri mengklaim punya keadhlian di bidang tersebut. Bahkan satu-satunya di Indonesia yang mengkaji ekonomi pertahanan.

“Dia the one and only di Indonesia yang fokus ke economic defense. Nahkan Kementerian Pertahanan sering menggunakan keahliannya mendapatkan gambaran soal economic defense,” ucapnya.

Selain itu ada dosen Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada Nabiyla Risfa Izzati.

“Kemudian ada Nabiyla, pendekatannya sebenarnya ketenagakerjaan, dan kami merasa dia cocok juga untuk isu layanan publik. Menteri Sosial dan Layanan Dasar,” ujarnya.

Ada pula dosen di salah satu universitas di Amerika, yakni Irma Hidayana.

“Lalu ada Mbak Irma Hidayana, dosen di Amerika yang fokus ke isu layanan kesehatan. Dia jago di isu layanan keehatan, dia pendiri lapor Covid. Dia tahu problematka layanan kesehatan di Indonesia,” paparnya.

Daftar Menteri Kabinet Bayangan

Kabinet Bayangan terdiri dari 15 menteri yang berasal dari berbagai latar belakang.

Berikut daftar menteri Kabinet Bayangan beserta pejabat atau kementerian yang dibayangi:

1. Menteri Sekretaris Negara: Feri Amsari

Membayangi:

  • Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi
  • Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman
  • Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Muhammad Qodari

2. Sekretaris Kabinet: Ahmad Jilul QF

Membayangi:

3. Menteri Dalam Negeri & Keamanan Negara: Armand Suparman

Membayangi:

4. Menteri Luar Negeri: Shofwan Al-Banna Choiruzzad

Membayangi:

5. Menteri Pertahanan: Curie Maharani

Membayangi:

6. Menteri Hak Perempuan & Kelompok Marginal: Khoirunnisa Nur Agustyati

Membayangi:

7. Menteri Hukum & Kebijakan Negara: Yance Arizona

Membayangi:

  • Menteri Koordinator Bidang Hukum Yusril Ihza Mahendra
  • Menteri Hukum Supratman Andi Agtas
  • Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto
  • Menteri PANRB Rini Widyantini
  • Jaksa Agung ST Burhanuddin

8. Menteri Perekonomian, BUMN, Industri & Tenaga Kerja: Media Wahyudi Askar

Membayangi:

  • Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto
  • Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita
  • Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani
  • Menteri Koperasi Ferry Juliantono
  • Menteri UMKM Maman Abdurrahman
  • Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana
  • Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya
  • Kepala Badan Pengelola BUMN Dony Oskaria

9. Menteri Keuangan & Tata Kelola Anggaran: Bhima Yudhistira Adhinegara

Membayangi:

10. Menteri Jaminan Perlindungan Lingkungan Hidup, Pelestarian Hutan, Flora Nusantara & Pembatasan Izin Pertambangan: Iqbal Damanik

Membayangi:

11. Menteri Pendidikan & Kebudayaan: Iman Zanatul Haeri

Membayangi:

12. Menteri Riset, Teknologi & Digital: Nenden Sekar Arum

Membayangi:

  • Menteri Sains dan Teknologi Brian Yuliarto
  • Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid

13. Menteri Kesehatan: Irma Hidayana

Membayangi:

  • Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin

14. Menteri Sosial & Layanan Dasar: Nabiyla Risfa Izzati

Membayangi:

  • Menteri Sosial Saifullah Yusuf
  • Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar
  • Menteri Ketenagakerjaan Yassierli
  • Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin
  • Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait
  • Menteri Kependudukan/BKKBN Wihaji
  • Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo

15. Menteri Pertanian & Kedaulatan Pangan: Isnawati Hidayah

Membayangi:

Artikel terkait lainnya