DEMOCRAZY.ID — Hubungan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) kembali menjadi sorotan tajam di tengah publik.
Eskalasi politik di antara kedua lingkaran elite tersebut dikabarkan mulai memanas seiring dengan kalkulasi dan persiapan dini menghadapi pertarungan kekuasaan pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.
Aktivis sosial Muhammad Said Didu menilai bahwa situasi politik saat ini telah bergerak jauh melampaui dinamika kompetisi elektoral biasa.
Ia menyebut konstelasi relasi kuasa antara Prabowo dan Jokowi kini telah berada pada titik krusial.
“Seperti yang berkali-kali saya katakan bahwa sekarang sudah pada titik to Kill or to be killed,” ujar Said Didu, dikutip Jumat (14/8/2026).
Menurut Said Didu, tensi tinggi tersebut dipicu oleh pergerakan politik mantan presiden yang dinilai semakin aktif turun gunung, termasuk dalam memberikan arahan pada konsolidasi partai politik tertentu seperti Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Ia menduga langkah-langkah strategis tersebut merupakan bagian dari upaya jangka panjang untuk mengamankan suksesi kekuasaan.
“Jokowi sudah terjun langsung persiapkan Gibran Rakabuming Raka jadi Presiden,” tukasnya.
Lebih lanjut, ia mengeklaim bahwa arah pergerakan faksi-faksi politik yang terafiliasi dengan lingkaran Solo kini semakin terbaca secara kasat mata, menandai babak baru persaingan pengaruh di panggung nasional.
Di sisi lain, dalam berbagai kesempatan konsolidasi, mantan Presiden Jokowi sendiri sempat memberikan wejangan sekaligus instruksi langsung kepada jajaran kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Ia menekankan pentingnya strategi “napak tanah”—yakni menjaga kedekatan riil dengan denyut kehidupan masyarakat sehari-hari—sebagai fondasi utama elektabilitas partai.
Jokowi menegaskan bahwa orientasi perjuangan PSI dalam menyongsong Pemilu 2029 tidak boleh sekadar puas pada ambisi melampaui ambang batas parlemen (parliamentary threshold), melainkan harus membidik target kemenangan yang lebih besar.
“Sekali lagi saya sampaikan, target kita bukan hanya target masuk Senayan. Bukan itu. Target kita adalah kemenangan di 2029,” tegas Jokowi.