Ahmad Khozinudin Bongkar Borok: Ada Pengkhianat Pasang Badan Selamatkan Jokowi di Kasus Ijazah!

DEMOCRAZY.ID – Di balik upaya panjang membongkar polemik ijazah yang menyeret nama Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, kini muncul prahara besar yang tak kalah mengejutkan.

Aliansi yang selama ini tampak solid di garis depan justru meledak dari dalam.

Advokat Ahmad Khozinudin, yang baru saja dicopot sebagai kuasa hukum Roy Suryo, secara berani menabuh genderang perang dengan menuding adanya “pengkhianatan” terstruktur demi mencari keselamatan pribadi.

Goal yang Berubah: Dari Mengadili Menjadi Menyelamatkan?

Dalam pengakuan yang meledak pada Selasa (14/7), Khozinudin mengungkapkan adanya pergeseran arah perjuangan yang sangat drastis di internal kelompoknya.

Ia menegaskan, sejak awal, misi yang dibangun adalah membawa kasus dugaan ijazah palsu ke meja hijau, membuktikan kepalsuannya secara hukum, dan memaksa hakim untuk mengetok palu kepastian.

Namun, menurut Khozinudin, misi suci tersebut kini telah “dibajak” oleh kepentingan pragmatis untuk menyelamatkan diri dari ancaman hukum.

“Dalam perjalanannya ada yang memutar haluan dan mengubah goal perjuangan. Dari yang mulanya menuntut, menyeret ke pengadilan, hingga dibuktikan palsu, berubah membuat goal sendiri, yakni menyelamatkan diri dari proses hukum,” ungkap Khozinudin dengan nada sinis.

Skenario ‘Praperadilan’ dan Eksepsi: Jalan Pintas Menuju Keamanan?

Khozinudin tak sekadar melempar tuduhan kosong.

Ia membeberkan dua skenario yang menurutnya sedang dimainkan untuk menghentikan perkara sebelum menyentuh substansi materiil.

Pertama, melalui kemenangan praperadilan yang akan menggugurkan status tersangka.

Kedua, melalui penggunaan nota keberatan (eksepsi) yang dirancang sedemikian rupa agar perkara dinyatakan gugur atau tidak dapat diterima oleh pengadilan.

Ia menilai, strategi tersebut sejatinya bukan kemenangan bagi rakyat, melainkan “pintu keluar” bagi pihak-pihak tertentu untuk menghindari pemeriksaan di muka persidangan.

“Bagi yang mengajukan eksepsi mungkin itu kemenangan, tetapi bagi dia, eksepsi itu diterima juga jalan keluar agar dia selamat dan tidak perlu hadir dalam persidangan,” tegasnya.

Roy Suryo vs Khozinudin: Pemicu Perceraian Hukum

Konflik ini memuncak setelah Roy Suryo secara resmi mencabut kuasa hukum Khozinudin.

Roy menilai pernyataan-pernyataan advokat tersebut dalam sebuah acara telah mencederai perjuangan dan keluar dari jalur yang ia inginkan.

Saat ini, Roy Suryo menegaskan bahwa pendampingan hukumnya telah dialihkan sepenuhnya kepada TalkHAM.

Namun, Khozinudin tampaknya tidak terpengaruh oleh pemecatan tersebut.

Ia justru menantang publik untuk menilai sendiri siapa yang sejatinya sedang memperjuangkan kebenaran, dan siapa yang sedang “berselingkuh” dengan strategi penyelamatan diri demi melanggengkan status quo.

Menyingkap Skenario Oligarki

Lebih jauh, Khozinudin mencium aroma keterlibatan kekuatan besar atau oligarki yang mencoba mengatur ulang peta permainan.

Ia menegaskan akan tetap memegang teguh komitmen awalnya untuk membongkar skenario yang melibatkan berbagai pihak, terlepas dari siapapun yang kini berseberangan dengannya.

“Ketika orang-orang itu sudah mengubah arah perjuangan, hanya mencari keselamatan sendiri, kemudian menghilangkan objek perjuangan rakyat, kita tegaskan posisi kita bersama rakyat,” tutupnya dengan berapi-api.

Prahara ini menjadi tamparan keras bagi gerakan civil society yang selama ini mengawal kasus ijazah tersebut.

Di saat publik menantikan pembuktian di meja pengadilan, yang justru tersaji kini adalah drama perselisihan internal yang justru mengaburkan substansi perjuangan itu sendiri.

Apakah ini pertanda bahwa kasus besar tersebut akan berakhir dengan kompromi diam-diam? Atau justru ini adalah awal dari terbukanya konspirasi yang lebih dalam?

Artikel terkait lainnya