DEMOCRAZY.ID — Ketua Dewan Pertimbangan Partai Ummat, Amien Rais, melontarkan peringatan keras kepada Presiden Prabowo Subianto agar senantiasa waspada terhadap manuver politik di lingkaran sekitarnya.
Menurut Amien, kubu mantan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka diam-diam tengah mengincar celah kejatuhan pemerintahan saat ini.
Peringatan tersebut disampaikan menyusul merosotnya tingkat kepuasan publik (approval rating) terhadap kinerja pemerintahan Prabowo yang diklaim telah mengalami penurunan signifikan berdasarkan data lembaga survei.
“Masalah yang dihadapi Presiden Prabowo memang lumayan berat. Prabowo tidak boleh satu detik pun lupa bahwa Jokowi and his geng siang malam berpikir keras bagaimana pemerintahan Prabowo bisa terguling,” ujar Amien Rais melalui rekaman video terbarunya.
Mantan Ketua MPR RI itu turut mengungkapkan keheranannya mengapa Presiden Prabowo belum juga melakukan pergantian terhadap pimpinan tertinggi institusi TNI dan Polri.
Ia menduga kuat bahwa loyalitas Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo masih terfokus kepada sang mantan presiden ketimbang kepada kepala negara yang sah saat ini.
“Salah satu masalah pokok di depan Prabowo adalah Panglima TNI Agus Subiyanto dan Kapolri Listyo Sigit loyalitas mereka itu tetap pada Jokowi, bukan pada Pak Prabowo,” tambahnya.
Oleh karena itu, Amien menyarankan agar Prabowo berani mengambil sikap tegas untuk melepaskan diri dari bayang-bayang pengaruh Jokowi maupun sang wakil presiden demi menyelamatkan stabilitas roda pemerintahannya ke depan.
“Terus terang saya heran. Presiden Prabowo nampak takut-takut pada dua tokoh ini. Approval rating angka kepuasan masyarakat pada Prabowo sudah anjlok bebas dari level awal 80% ke kisaran 50% dan cenderung going down and down. Jadi jangan pernah percaya lagi pada Jokowi dan anaknya Gibran yang jadi wakil presiden anda Mas Prabowo,” pungkasnya.
Di akhir pesannya, Amien menegaskan bahwa langkah pemutusan pengaruh tersebut menjadi syarat mutlak apabila Prabowo ingin mengamankan posisi politiknya serta kembali maju dalam kontestasi Pemilu 2029 mendatang.
“Asingkan orang ini dan buat juga orang ini tak ada kerjaan, kalau Anda masih mau maju di tahun 2029 besok,” tutupnya.