DEMOCRAZY.ID — Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia asal Bali, Arya Wedakarna, kembali menuai gelombang kritik serta sorotan tajam dari warganet di ruang digital.
Kali ini, kontroversi yang menyanderanya bermula dari penelusuran aktivitas akun media sosial pribadinya yang kedapatan mengikuti (following) akun-akun yang terafiliasi dengan Israel.
Berdasarkan pantauan di platform X (yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter), sejumlah warganet membagikan tangkapan layar yang menunjukkan bahwa Arya Wedakarna mengikuti akun Instagram resmi Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, serta akun Kedutaan Besar Israel.
Temuan tersebut seketika memicu kemarahan publik dunia maya, mengingat rekam jejak sang senator yang sebelumnya kerap diwarnai oleh berbagai kontroversi sosial dan pernyataan-pernyataan sensitif yang menuai kecaman.
“💠senator Bali si arya wedakarna yang problematik, Islamophobia dan rasis ke suku Jawa dan Lombok ternyata ngefollow akun si zionist Pembunuh anak anak, Netanyahu…gaesss,” cuit salah satu akun X, @baseconvo.
Cuitan tersebut langsung disusul oleh berbagai respons keras dari para pengguna media sosial lainnya yang mengecam tindakan sang pejabat publik.
“pantes kaya setan,” timpal akun X @lumijhjn.
👇👇
💠senator Bali si arya wedakarna yang problematik, Islamophobia dan rasis ke suku Jawa dan Lombok ternyata ngefollow akun si zionist Pembunuh anak anak, Netanyahu…gaesss pic.twitter.com/seVqhZCUSU
— 💠baseconvo (@baseconvo) August 15, 2026
Nama Arya Wedakarna memang bukan pertama kalinya berada di tengah badai kritik publik.
Sebelumnya, ia berulang kali berurusan dengan sorotan tajam warganet terkait berbagai dugaan isu sensitif, mulai dari polemik pernyataan bernuansa rasisme, persoalan yang bersinggungan dengan suku dan agama, hingga kasus-kasus pelanggaran etik yang pernah membawanya berhadapan dengan keputusan pemecatan dari Badan Kehormatan (BK) DPD RI pada masa lalu sebelum akhirnya kembali aktif.
Kontroversi terbarunya juga sempat terseret pada insiden dugaan intimidasi saat ia memimpin proses mediasi sebuah kasus yang melibatkan seorang perempuan asal Lombok yang diduga mengalami perlakuan diskriminatif dari seorang penjahit di Bali.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari Arya Wedakarna terkait temuan aktivitas akun media sosial yang memantik kecaman publik tersebut.