DEMOCRAZY.ID – Suasana malam di kawasan Rawalumbu, Kota Bekasi, mendadak mencekam.
Sekitar 200 orang yang mengenakan pakaian muslim dan gamis mendadak mendatangi sebuah rumah kontrakan pada Selasa (11/8/2026) malam.
Kedatangan massa dalam jumlah besar ini bukan tanpa alasan.
Mereka memburu seorang pria berinisial E, yang disebut-sebut sebagai Master of Ceremony (MC) di booth dalam sebuah acara musik kontroversial.
Event tersebut viral di media sosial setelah mencuatkan sebuah syarat yang memicu kemarahan publik.
Dimana peserta yang mampu menghafal surat Al-Quran dijanjikan hadiah sebotol minuman keras (miras).
Menurut kesaksian warga sekitar bernama Gagah, gelombang massa mulai memadati lokasi sesaat setelah salat Isya, tepatnya pukul 20.00 WIB.
Tanpa atribut organisasi tertentu, ratusan orang tersebut bergerak serentak mencari kediaman E.
“Semalam Selasa (11/8/2026) sekira habis Isya, sekitar jam 08.00 WIB. Untuk jumlah orangnya kurang tahu, paling lebih kurang 200-an lah. 200 orang,” kata Gagah saat ditemui di lokasi, Rabu (12/8/2026).
Menurut Gagah, massa datang tanpa mengenakan atribut organisasi tertentu.
Namun, sebagian dari mereka mengenakan pakaian bernuansa muslim seperti baju koko dan gamis.
“Tanpa atribut, cuma dia pakaiannya baju koko, pakai koko, gamis,” ujarnya.
👇👇
Setibanya di lokasi, massa menanyakan keberadaan E dan mencari rumah pria tersebut.
Namun, rumah yang mereka datangi ternyata dalam keadaan kosong.
E disebut sudah tidak berada di rumah kontrakan itu selama sekitar satu pekan.
“Kosong, posisi rumah kontrakan memang kosong, udah ada semingguan, dia juga jarang pulang,” tutur Gagah.
E diketahui tinggal seorang diri di rumah kontrakan tersebut dan disebut jarang pulang.
Kondisi itu membuat situasi di lokasi akhirnya dapat diredam.
Polisi tiba sekitar 10 hingga 15 menit setelah massa datang dan kemudian berkomunikasi dengan warga serta massa yang berada di lokasi.
“Ya untungnya aja kan bisa diredam ya, ada polisi juga dengan kami berkomunikasi baik. Ya itulah, emang buktinya orangnya memang tidak ada kan begitu,” kata Gagah.
👇👇
Dalam proses mediasi dengan polisi, massa disebut meminta agar E segera ditangkap.
Permintaan tersebut disampaikan setelah mereka mengetahui E tidak berada di rumah.
Setelah dilakukan mediasi, massa akhirnya meninggalkan lokasi. Mereka membubarkan diri sekitar pukul 21.00 WIB.
“Ya mereka itu mediasi. Dia menuntut itu, pelaku itu ditangkap, habis itu mereka bubar,” pungkas Gagah.
Peristiwa penggerudukan tersebut terjadi di tengah sorotan terhadap video yang viral di media sosial terkait dugaan pemberian minuman keras sebagai hadiah dalam tantangan menghafal surat Al-Qur’an di sebuah booth pada event musik.
Sebelumnya, informasi mengenai tantangan tersebut memicu kecaman karena dinilai menyinggung sensitivitas keagamaan.
Aparat kepolisian juga disebut tengah mendalami peristiwa yang menjadi perhatian publik tersebut.