Sindir Kinerja Purbaya? Chatib Basri: “Tugas Menkeu Itu Sebetulnya Sangat Gampang,” Siap Ambil Alih?

DEMOCRAZY.ID – Eks Menteri Keuangan (Menkeu) Chatib Basri menyebut tugas menkeu sangat mudah. Itu diungkapkan di tengah isu dirinya bakal menggantikan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa.

Hal tersebut disampaikan Chatib Basri dalam Grab Business Forum 2026 di Jakarta.

Menurut Chatib basri, tugas Menkeu pada dasarnya hanya tiga, apalagi dalam menghadapi ketidakpastian global.

Yakni meningkatkan pendapatan, memangkas pengeluaran, dan melakukan pinjaman.

“Tugas dari Menteri Keuangan itu sebetulnya sangat gampang. Dia hanya punya opsi tiga hal. Naikkan, potong, pinjam,” kata Chatib Basri kepada jurnalis.

Jika pendapatan tak bisa ditingkatkan, maka pengeluaran mesti disesuaikan. Jika keduanya tak memungkinkan, maka meminjam jadi opsi terakhit.

“Kalau Anda enggak bisa naikkan, maka Anda harus potong. Kalau Anda enggak bisa potong, Anda harus pinjam. As simple as that,” terangnya.

Siapa Chatib Basri?

Muhamad Chatib Basri merupakan putra dari pasangan perantau asal Minangkabau, Chairul Basri dan Nurbaiti. Dia lahir 22 Agustus 1965.

Darah intelektual dan seni mengalir deras di tubuhnya; sang ayah yang berasal dari Rao, Pasaman, Sumatera Barat, adalah kakak kandung dari sastrawan legendaris Indonesia, Asrul Sani.

Chatib tumbuh di lingkungan yang kental dengan atmosfer budaya membuat Chatib kecil awalnya lebih kepincut pada dunia sastra, teater, dan politik ketimbang angka-angka ekonomi.

Ia bahkan sempat menyalurkan bakat seninya dengan tampil dalam pementasan Teater Cradda di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta.

Namun, garis takdir membawanya ke arah berbeda. Selepas lulus dari SMA Kolese Kanisius, Chatib memutuskan menyelami ilmu ekonomi secara mendalam melalui jalur akademik yang impresif.

Berikut ini riwayat pendidikannya:

  • Sarjana (S1): Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI) – Lulus tahun 1992.
  • Magister (S2): Master of Economic Development (M.Ec.Dev.) di Australian National University (ANU) – Lulus tahun 1996.
  • Doktoral (S3): Gelar Doctor of Philosophy (PhD) dalam bidang Ekonomi dari Australian National University (ANU) – Diraih pada tahun 2001.

Sementara rekam jejaknya di pemerintahan sebagai berikut:

  • 2006–2010: Penasihat Khusus Menteri Keuangan RI & Deputi Menkeu untuk G-20.
  • 2012–2013: Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) di bawah Presiden SBY.
  • 2013–2014: Menteri Keuangan Indonesia ke-28 (menggantikan Agus Martowardojo). Di era ini, ia sukses mengawal fiskal Indonesia melewati gejolak Taper Tantrum.
  • 2024–Sekarang: Dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) sejak 5 November 2024.

Sumber: Fajar

Artikel terkait lainnya