DEMOCRAZY.ID — Aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) di depan Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2026), nyaris berubah menjadi insiden berdarah.
Seorang pria tidak dikenal tiba-tiba kedapatan membawa dan mengacungkan senjata tajam jenis golok ketika rombongan anggota dewan hendak kembali masuk ke dalam area gedung DPR.
Seorang demonstran bernama Zaya (23) mengaku melihat langsung detik-detik ketika pria misterius tersebut mengeluarkan senjata tajam.
Peristiwa itu terjadi tak lama setelah perwakilan massa selesai melakukan pertemuan dan berdialog dengan Anggota Dewan Rieke Diah Pitaloka serta Andre Rosiade.
“Dia cowok, pakai jaket hitam terus helm biru muda. Nah, awalnya sempat mengeluarkan golok, tetapi disimpan di tas. Setelah rombongan anggota DPR mau masuk lagi, dia keluarkan golok lagi,” ungkap Zaya, dikutip Jumat (28/8/2026).
Situasi di lokasi awalnya berlangsung kondusif saat rombongan anggota dewan menemui massa untuk menyerahkan surat komitmen hasil mediasi dengan pimpinan DPR RI.
Namun, suasana mendadak tegang ketika sejumlah orang di sekitar lokasi mulai mendorong awak media.
Aksi dorong tersebut diduga dilakukan untuk menahan laju rombongan dewan yang hendak masuk kembali ke dalam kompleks parlemen.
Di tengah kerumunan yang mulai tidak terkendali, pria berjaket hitam dan berhelm biru muda itu mendekati kerumunan dan kembali mengeluarkan golok dari tasnya.
Kehadiran senjata tajam di tengah massa yang padat sontak memicu kepanikan.
Massa yang menyadari ancaman tersebut langsung bereaksi dan mengejar terduga pelaku hingga ke arah kawasan Gelora Bung Karno (GBK).
Aparat kepolisian yang bertugas mengamankan aksi dengan sigap bergerak.
Seorang pria yang diduga kuat sebagai pembawa golok tersebut berhasil diamankan oleh petugas tidak lama setelah rombongan anggota dewan sukses masuk ke dalam Kompleks Parlemen.
Karena sempat menjadi sasaran amuk massa yang mengejarnya, pria tersebut sempat mendapatkan perawatan medis di pos pengamanan yang berada di lingkungan DPR RI.
Hingga saat ini, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi mengenai identitas lengkap pria tersebut maupun motif di balik aksinya membawa senjata tajam ke tengah demonstrasi.
Polisi juga masih mendalami apakah pria yang diamankan di posko pengamanan merupakan orang yang sama dengan sosok yang terlihat membawa golok oleh para demonstran.
Sebagai informasi, aksi unjuk rasa pada Kamis (27/8/2026) ini dimotori oleh Aliansi GERAM—yang terdiri dari 14 organisasi mahasiswa dan elemen masyarakat sipil—mengusung tagar #MerebutKembaliIndonesia.
Aksi tersebut digelar sebagai bentuk partisipasi publik dalam mengawasi serta menuntut pertanggungjawaban atas kinerja DPR RI.