Kubu Roy Suryo: Kalau Ijazah Jokowi Asli Tunjukkan Saja, Kenapa Harus Repot-Repot Masukkan Orang ke Bui?

DEMOCRAZY.IDPolemik berkepanjangan mengenai polemik keaslian ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo kembali memanas di ruang publik.

Kali ini, desakan keras datang dari pakar hukum tata negara sekaligus kuasa hukum Roy Suryo, Refly Harun, yang melontarkan tantangan terbuka agar Jokowi berani menunjukkan dokumen ijazahnya secara langsung guna meredam perdebatan yang tak kunjung usai.

Menanggapi drama hukum yang terus bergulir, Refly menilai bahwa penyelesaian sengketa ini sebenarnya sangat sederhana dan tidak perlu berlarut-larut hingga menyeret banyak pihak ke meja hijau jika sang pemilik ijazah bersikap terbuka.

“Kalau misalnya Anda yakin bahwa ijazah Anda itu adalah asli, tunjukkan. Ngapain Anda kemudian mau mengkriminalkan, membuat orang lain dipenjara. Itu artinya Anda pendendam, kan begitu,” ujar Refly dalam tayangan YouTube Kompas TV, dikutip Selasa (4/8/2026).

Skenario Terburuk: Minta Maaf Jika Terbukti Palsu dan Cacat Sejarah

Lebih jauh, Refly juga secara terbuka membeberkan konsekuensi logis yang harus dihadapi apabila di kemudian hari dokumen akademik tersebut terbukti tidak sah atau palsu.

Menurutnya, tidak ada jalan lain yang lebih terhormat selain mengakui kesalahan dan menyampaikan permintaan maaf kepada publik demi menghentikan perpecahan bangsa.

“Kalau memang palsu, ya segeralah minta maaf. Sooner or later itu akan ketahuan dan akan menjadi cacat sejarah,” tegasnya.

Kepastian hukum dan kejujuran dalam perkara ini dinilai krusial agar energi bangsa tidak terus-menerus terkuras oleh pusaran isu yang berpotensi memecah belah keutuhan masyarakat di akar rumput.

Sentil Pembela Istana: Kasihan Lawyer dan Anak Bangsa yang Terpaksa Cover-Up!

Dalam kesempatan yang sama, Refly turut menyoroti para pembela maupun tim hukum yang selama ini pasang badan membentengi Jokowi dari pusaran kontroversi ijazah.

Ia mengingatkan risiko moral yang harus ditanggung oleh para pendukung tersebut apabila narasi yang mereka bela selama ini ternyata bertolak belakang dengan fakta sebenarnya.

“Kan kasihan tuh, anak-anak bangsa yang terpaksa membela Anda, kalau kebetulan ijazah Anda memang palsu. Mereka terpaksa meng-cover-up. Seorang lawyer sudah jadi tidak profesional lagi, bukan lagi bekerja secara profesional, tetapi bekerja barangkali tidak tahu demi apa,” ucap Refly tajam.

Ia juga menegaskan bahwa keterlibatan dirinya bersama tim hukum dalam mengawal kasus Roy Suryo murni didasari oleh prinsip perjuangan kolektif tanpa ada aliran dana komersial sepeser pun.

Seluruh pengorbanan yang dikerahkan murni lahir dari semangat gotong royong demi menegakkan keadilan.

“Kalau kami jelas, ini bagi kami perjuangan. Tidak ada kami yang satu pun dibayar. Bahkan kami bergotong royong untuk mengeluarkan uang dalam kegiatan kami,” bebernya.

“Kita memperjuangkan kebenaran dan keadilan dengan segala risiko yang dihadapi, termasuk juga pengorbanan waktu, tenaga, dan biaya,” pungkas Refly.

Artikel terkait lainnya