Palu Maut Konstitusi Siap Diketok! Gibran Hampir Dipastikan ‘Didiskualifikasi’ Sebagai Wapres

Gibran Hampir Dipastikan Didiskualifikasi sebagai Wapres

Oleh: Sholihin MS | Pemerhati Sosial dan Politik

Pergantian Kapolri dari Jenderal Listyo Sigit Prabowo kepada Komjen Suyudi Ario Seto memiliki makna strategis.

Semula Kapolri Listyo Sigit yang nota bene sebagai tangan kanan Jokowi seolah tidak bisa digoyang sama sekali oleh kekuatan apa pun

Polri sebagai lembaga yang menangani masalah hukum, keamanan, dan perlindungan terhadap rakyat selama rezim Jokowi telah berubah menjadi alat kekuasaan Presiden Jokowi.

Bahkan setelah Jokowi lengser pun Polri masih dalam kendali Jokowi.

Polri adalah lembaga yang paling strategis dalam kementrian.

Oleh karena itu lembaga ini benar-benar telah diintervensi oleh kekuatan Jokowi dan Genknya serta kepentingan oligarki taipan dan pemerintah China.

Sebaliknya, TNI yang berfungsi sebagai lembaga pertahanan negara dan pelindung rakyat selama rezim Jokowi terus dikebiri dan seolah diamputasi kewenangannya.

Walaupun masih terlalu dini untuk bisa menilai arah kebijakan kapolri baru, tapi melihat gebrakan kapolri baru yang memutasi banyak kapolda, perwira tinggi dan mengganti pimpinan bareskrim polri yang pro Jokowi tampaknya bakal ada angin segar.

Bahkan diberitakan Kapolri baru sudah menghubungi IB HRS yang akan membuka kembali kasus pembantaian 6 laskar FPI tahun 2019

Penggantian Kapolri tidak terlepas dari konstelasi politik terkini yang mempermasalahakan keabsahan prngankatan Gobran yang cacat hukum dan cacat moral, yang saat ini sedang ditangani oleh Mahkamah Konstitusi (MK) yang telah menerima gugatan antara lain dari Prog Deny Indrayana untuk segera melengserkan Gibran dari kursi Wapres yang sarat pelanggaran hukum dan cacat prosedur.

Tampak Gibran tidak bisa mengelak lagi atas berbagai pelanggaran baik karena unsur kolusi, msnipulasi, cacat moral.

Paling tidak ada 5 indikator kalau Gibran bakal didiskualifikasi sebagai Wapres :

Pertama, DPR pada akhirnya menyetuji penggantian Kapolri dari Listyo Sigit kepada Suyudi Ario Seto yang semula tidak berani memprosesnya

Kedua, Lystio Sigit yang posisinya sangat kuat sebagai tangan kanan Jokowi pada akhirnya bisa ditumbangkan

Ketiga, Langkah awal Komjen Suyudi yang memutasi banyak kapolda, Pati, dan Kabareskrim yang menangani ijazah Jokowi merupakan sinyal bakal terjadi perubahan konstelasi politik yang cukup signifikan

Keempat, MK yang mulai berani memberi keputusan yang mendukung rakyat dan bersebrangan dengan keinginan Jokowi

Kelima, Suhu politik yang semakin mengerucut yang membongkar berbagai manipulasi hukum dan kepalsuan ijazah Gibran

Jika Gibran bisa dilengserkan, bisa menjadi awal ysng baik untuk mengikis kekuatan dan kedigdayaan Jokowi.

Paling tidak, Gibran yang digadang-gadang bakal maju nyapres atau nyaeapres di Pemilu 2029, bisa gagal total dan sekaligus menghancurkan reputasi Jokowi dan PSI.

Semoga Presiden Prabowo mampu melawan tekanan dan perlawanan dari kekuatan Jokowi, oligarki Taipan, dan Pemerintah China.

Artikel terkait lainnya