Rapor Merah Purbaya: Bongkar Deretan ‘Dosa Ekonomi’ dan Kebijakan Fiskal Yang Bikin Prabowo Murka!

DEMOCRAZY.ID — Rentetan evaluasi di balik pencopotan mendadak Purbaya Yudhi Sadewa dari kursi Menteri Keuangan oleh Presiden Prabowo Subianto terus diulas oleh para pengamat.

Pengamat politik Adi Prayitno blak-blakan membeberkan deretan “rapor merah” yang melekat pada diri Purbaya selama mengemudikan kebijakan fiskal sejak dilantik pada 8 September 2025 lalu, hingga akhirnya digantikan oleh Suahasil Nazara.

Menurut Adi, kegagalan Purbaya tidak bisa dilepaskan dari sejumlah indikator kinerja yang jauh panggang dari api.

Sederet janji dan klaim optimistis yang sempat dilontarkan di awal masa jabatannya dinilai gagal diwujudkan dalam realitas ekonomi nasional.

“Dulu memang optimisme cukup luar biasa. Ketika sesaat Purbaya dilantik menjadi Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani, apa yang muncul cukup luar biasa statement-statement-nya menggampangkan bahwa persoalan di negara kita itu selesai dan tuntas dalam sekejap. Tapi dalam perjalanannya, Purbaya tidak sesuai dengan harapan,” ungkap Adi melalui kanal YouTube Adi Prayitno Official, dikutip Selasa (15/9/2026).

Deretan Catatan Kritis dan Kegagalan Kebijakan

Dalam pandangan Adi, rapor merah kepemimpinan Purbaya terakumulasi dari beberapa persoalan prinsipil berikut:

Berbagai akumulasi persoalan krusial tersebut pada akhirnya membuat posisi Purbaya dinilai sudah habis masa toleransinya di ring satu istana.

Keputusan Prabowo mendaulat Suahasil Nazara sebagai pengganti dinilai sebagai langkah korektif mutlak demi menyelamatkan stabilitas ekonomi makro ke depan.

“Dan itulah yang kemudian menjadi catatan-catatan kritis kenapa kinerja Menteri Keuangan itu dinilai punya rapor merah dan sangat layak untuk diganti dengan menteri yang baru, Pak Suahasil Nazara,” tandas Adi.

Artikel terkait lainnya