Skandal Korupsi Kementan Memanas! Menteri Amran Copot 14 Pejabat, Keluarga Dekat Ikut Kena Non-Job Gegara Terlibat

DEMOCRAZY.IDMenteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan akan melakukan bersih-bersih pejabat korup di tubuh Kementerian Pertanian (Kementan).

Upaya tersebut untuk meminimalisir praktik korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) yang melibatkan pejabat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementan.

Amran menyatakan telah mencopot 14 pejabat eselon I hingga eselon III Kementan yang diduga terlibat praktik KKN.

Salah satunya masih tergolong keluarga dekatnya sendiri.

“Jadi kita harus sportif, meritokrasi. Bahkan di antara mereka ada salah satu keluarga dekat saya. Tapi ini dilakukan atas nama negara,” kata Amran saat jumpa pers di Kantor Kementan, Jakarta, Selasa (18/8/2026).

Amran mengatakan, dirinya ingin Kementan di bawah kepemimpinannya bisa menjadi lembaga pemerintahan yang bersih dari praktik kotor tersebut.

Akan tetapi kata dia, prinsip keadilan sekaligus meritokrasi agar legacy yang ditinggalkan dirinya jika sudah tidak menjadi menteri nantinya menjadikan Kementan sebagai Kementerian yang bebas KKN.

“Di sini kita harus adil pada mereka, meritokrasi, meritsystem, karena kalau tidak kita sama juga kalau beternak kejahatan, membiarkan kejahatan terjadi di Kementerian Pertanian,” kata Amran.

“Kami mengambil langkah tegas, 14 orang ada Eselon I, Eselon II, dan Eselon III. Semua nonjob mulai hari,” ujarnya.

Amran juga tidak menutup kemungkinan untuk melakukan pencopotan jabatan terhadap pejabat lainnya dalam kurun waktu ke depan.

Setidaknya dalam sebulan ini, pihaknya akan terus mengawasi kinerja seluruh pegawai hingga pejabat Kementan.

Hal itu juga kata Amran, sudah sejalan dengan perintah dari Presiden RI Prabowo Subianto untuk segera menindak pegawai hingga pejabat Kementan yang bermasalah terhadap integritas.

“Masih ada tetapi didalami dulu kalau bersalah ada dugaan bersalah copot lagi nggak bisa kami itu perintah Presiden dan kami laporkan ke bapak-bapak Presiden. 3 hari lalu kami laporkan Pak ada ini copot beliau bilang satu kata gaspol kasih Bapak Presiden,” tukas Amran.

Seluruh pejabat tersebut menjalani pemeriksaan oleh Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementan untuk membuktikan ada atau tidaknya tindakan pelanggaran.

“Kalau ini betul-betul merugikan negara, kami serahkan ke penegak hukum. Kami tindak tegas. Tetapi sebaliknya kalau terbukti dia tidak melakukan apa-apa, kami akan lantik kembali, kami akan promosikan kembali,” ucap Amran.

Saat disinggung indikasi pelanggaran yang dilakukan, Amran secara tegas menyebut penyalahgunaan dana yang jumlahnya miliaran rupiah.

Amran tidak merinci nama-nama pejabat yang dicopot.

“Ya menyimpang lah dan itu nilainya miliaran, uang titik. Indikasinya ya dugaan, kita jangan ini kan baru dugaan tetapi karena dugaan itu kami ingin organisasi ini berjalan sehingga langsung kami tindaki,” kata dia.

Amran sudah melantik setidaknya 30 lebih pejabat eselon II untuk mengisi posisi yang kosong dan dia meminta mereka tetap menjaga integritas.

“Hari ini kami melantik 30 lebih Eselon II. Kami lantik, ini penyegaran dan hukuman. Jangan korupsi, jangan kolusi, nepotisme nggak boleh, tingkatkan kinerja,” tandas dia.

Artikel terkait lainnya