DEMOCRAZY.ID – Sebuah poster digital bertajuk “Kabinet Tangguh” kembali menjadi bahan perbincangan di media sosial.
Poster tersebut menggambarkan susunan pemerintahan hipotetis periode 2029–2034 dengan Dedi Mulyadi dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ditempatkan sebagai Presiden dan Wakil Presiden.
Di bawah nama keduanya, poster itu memuat puluhan tokoh nasional untuk mengisi posisi menteri.
Nama yang muncul berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari politikus, akademikus, ekonom, mantan pejabat hingga figur publik.
Namun, tampilan poster yang menyerupai struktur pemerintahan resmi tidak boleh disamakan dengan keputusan politik atau pencalonan resmi.
Sejumlah laporan yang menelusuri kemunculan poster tersebut menyebutnya sebagai kreasi warganet yang beredar di media sosial.
Ada pula laporan yang menyebut desain tersebut dibuat dengan bantuan kecerdasan buatan atau AI.
Poster “Kabinet Tangguh” menempatkan Dedi Mulyadi sebagai Presiden RI dan Ahok sebagai Wakil Presiden RI untuk periode 2029–2034.
Namun, pencantuman nama tersebut di dalam poster tidak sama dengan penetapan sebagai pasangan calon.
Begitu pula nama-nama yang ditempatkan sebagai menteri tidak dapat dibaca sebagai daftar calon menteri yang telah ditetapkan pemerintah.
Laporan mengenai poster tersebut menyebut tidak terdapat keterangan resmi mengenai siapa penyusun daftar, bagaimana nama-nama itu dipilih, atau apakah tokoh yang dicantumkan memberikan persetujuan.
Dengan demikian, status “Kabinet Tangguh” sejauh yang dapat diverifikasi adalah materi visual yang beredar di ruang digital, bukan struktur pemerintahan yang memiliki kedudukan resmi.
Daya tarik poster tersebut salah satunya berasal dari banyaknya tokoh yang dicantumkan.
Mahfud MD ditempatkan sebagai Menteri Koordinator Politik, Hukum dan HAM.
Ekonom Bambang Brodjonegoro dicantumkan sebagai Menteri Koordinator Perekonomian.
Anies Baswedan ditempatkan sebagai Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan SDM, sedangkan Agus Harimurti Yudhoyono dicantumkan sebagai Menteri Koordinator Pertahanan, Keamanan dan Strategis.
Untuk posisi Menteri Pertahanan, poster mencantumkan nama mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo.
Nama Purbaya Yudhi Sadewa ditempatkan sebagai Menteri Keuangan, sementara Thomas Trikasih Lembong atau Tom Lembong dicantumkan sebagai Menteri Perdagangan, Investasi dan Hilirisasi.
Nama lain yang muncul antara lain Andi Amran Sulaiman, Susi Pudjiastuti, Panut Mulyono, Tjandra Yoga Aditama, Ganjar Pranowo, Retno L.P.
Marsudi, Tri Rismaharini, Wishnutama Kusubandio, Emil Salim, Adian Yusak Yusak Napitupulu, Abraham Samad, Rocky Gerung dan Anindya Novyan Bakrie.
Daftar tersebut merupakan isi poster, bukan penetapan jabatan oleh pemerintah.