

DEMOCRAZY.ID – Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komjen Pol. (Purn.) Susno Duadji, angkat bicara mengenai kabar yang beredar di media sosial terkait dugaan keterlibatan eks ajudan Presiden Prabowo Subianto dalam peristiwa puluhan personel TNI yang disebut mendatangi Polda Metro Jaya.
Susno meminta institusi TNI tidak membiarkan informasi tersebut terus berkembang tanpa penjelasan resmi.
Baginya, klarifikasi diperlukan agar tidak memunculkan spekulasi di tengah masyarakat.
Susno mengatakan isu tersebut telah menyebar luas dan menjadi pembahasan publik di berbagai platform media sosial.
Karena itu, ia meminta TNI memberikan penjelasan resmi mengenai informasi yang beredar.
“TNI harus klarifikasi informasi yang beredar di medsos ini,” ujar Susno, Selasa (14/7/2026).
Menurut Susno, luasnya penyebaran informasi membuat isu tersebut tidak lagi terbatas pada perbincangan di media sosial, melainkan telah menjadi perhatian masyarakat.
“Sudah jadi konsumsi umum,” tegasnya.
Lebih jauh, Susno menekankan bahwa klarifikasi diperlukan demi menjaga kredibilitas institusi TNI.
Ia mengingatkan agar informasi yang belum mendapatkan penjelasan resmi tidak berkembang menjadi persepsi yang dapat merugikan nama baik lembaga.
“Jelaskan supaya tidak merusak nama baik TNI,” tandasnya.
Aktivitas di Markas Polda Metro Jaya sempat menjadi perhatian publik setelah muncul kabar mengenai kedatangan rombongan pria berambut cepak yang diduga anggota TNI ke kompleks Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus), Kamis (9/7/2026) dini hari.
Peristiwa itu mencuat di tengah penyidikan gabungan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya terhadap tiga perkara dugaan korupsi, suap, dan tindak pidana pencucian uang (TPPU), termasuk kasus yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Ardiansyah.
Berdasarkan informasi yang beredar, sejumlah saksi mengaku melihat rombongan tersebut tiba sekitar pukul 03.40 WIB.
Mereka disebut datang menggunakan beberapa kendaraan dan memasuki area Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.
Pada pagi harinya, kendaraan dinas TNI juga dikabarkan terlihat keluar masuk di sekitar gedung tersebut.
Seorang sumber menyebut rombongan itu diduga hendak menjemput saksi-saksi yang sedang menjalani pemeriksaan.
“Ada 50 orang pakai delapan mobil, datang sekitar jam empat kurang. Katanya mau mengambil saksi yang lagi diperiksa terkait kasus Jampidsus Febrie Ardiansyah,” kata informan, dikutip pada Selasa siang.
Namun hingga kini, informasi tersebut belum mendapat konfirmasi resmi dari Polri maupun TNI sehingga masih sebatas keterangan dari sumber yang mengetahui peristiwa itu.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang dikutip Tempo dari dua pejabat Polri, rombongan tersebut disebut dipimpin Direktur C Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI Brigjen Wahyo Yuniartoto.
Wahyo diketahui pernah bertugas sebagai ajudan Presiden Prabowo Subianto pada 2024.
Laporan itu juga menyebut Brigjen Anggiat Napitupulu dari Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) ikut hadir bersama sekitar 10 personel TNI berseragam dan bersenjata serta lima personel Kejaksaan yang mengenakan pakaian sipil.
Menanggapi kabar tersebut, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen Muhammad Nas membantah adanya keterlibatan prajurit TNI.
Ia memastikan informasi yang beredar tidak benar.
“Berita itu tidak benar, tidak ada prajurit TNI yang ke Polda terkait masalah ini,” kata Nas.
Ia juga menegaskan bahwa TNI menghormati seluruh proses hukum yang sedang berlangsung dan tidak melakukan intervensi terhadap penyidikan yang dilakukan kepolisian.
Isu kedatangan rombongan itu mencuat sehari setelah penyidik melakukan penggeledahan di sedikitnya 12 lokasi dalam rangka penyidikan sejumlah perkara dugaan korupsi.
Kasus yang diselidiki antara lain dugaan korupsi pengadaan batu bara yang berkaitan dengan peristiwa blackout di Sumatera, perkara PT Asabri, hingga PT Krakatau Steel.
Dalam operasi tersebut, penyidik juga menggeledah Cafe de’Clan Signature dan sejumlah lokasi lain yang diduga berkaitan dengan penelusuran aset maupun aliran dana.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto membenarkan adanya rangkaian penggeledahan tersebut.
“Ada beberapa lokasi yang secara serempak dilaksanakan penggeledahan,” ucap Budi.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada keterangan resmi yang mengaitkan penggeledahan tersebut dengan isu kedatangan rombongan yang ramai diperbincangkan di media sosial.
Sumber: Fajar