DEMOCRAZY.ID – Media Eropa menggambarkan kengerian letusan Gunung Anak Krakatau di masa lalu dan di era modern.
Terbaru, erupsi intensif Gunung Anak Krakatau yang berlangsung selama 25 jam kini mulai mereda meski dampaknya masih melumpuhkan sektor penerbangan dan pendidikan.
Otoritas penerbangan mempertahankan penutupan delapan bandara udara di wilayah Sumatra dan Jawa hingga Senin sore.
Aktivitas vulkanik ini tidak hanya membatalkan ribuan jadwal penerbangan nasional, tetapi juga memaksa ribuan sekolah mengalihkan kegiatan belajar ke sistem daring.
Kebijakan darurat ini diambil demi mengantisipasi bahaya sebaran abu vulkanik di udara.
“Indonesia memiliki lebih dari 120 gunung berapi aktif dan sering mengalami letusan karena lokasinya di sepanjang “Cincin Api” Pasifik,” tulis Euronews.
Dampak letusan skala besar ini dirasakan langsung oleh ratusan ribu calon penumpang di wilayah Jakarta, Banten, Jawa Barat, hingga Lampung.
Detik-detik Krakatau Meletus dahsyat tahun 1883, memicu Gelombang Tsunami 40M,
Pemerintah Hindia Belanda mencatat 36.417 orang meninggal dunia.🎥: Krakatoa The Last Days (2006) sebuah FTV dari BBC documentary. pic.twitter.com/jBz0sP6GEl
— Miss tweet (@Heraloebss) September 5, 2026
Penghentian operasional fasilitas udara menjadi langkah krusial guna menghindari risiko fatal pada mesin pesawat.
Laporan Badan Geologi menunjukkan letusan utama yang memuntahkan lava pijar dan dentuman sejauh 700 kilometer telah berhenti sejak Minggu.
Meski demikian, aktivitas seismik lokal serta hembusan abu hitam tebal masih terekam secara berkala.
Pemantauan visual terhadap kawah gunung saat ini terkendala oleh kondisi cuaca buruk di sekitar Selat Sunda.
Petugas teknis mengandalkan instrumen pendeteksi untuk mengamati pergerakan magma di bawah permukaan secara realtime.
Laporan dari Euronews, pengujian AirNav Indonesia mengonfirmasi keberadaan sebaran abu vulkanik pada ruang udara sekitar Jakarta dan kota-kota sekitarnya.
Ini adalah suara ledakan Krakatau tahun 1883 yang berhasil tertangkap di Australia, padahal jaraknya sejauh sekitar 4.500 hingga 4.800 kilometer dari lokasi Krakatau. 🤯🤯
Bayangin jarak sejauh itu aja suara ledakannya masih semengerikan itu, apalagi yang terdengar oleh sekitar https://t.co/Nu4CK0GVq1 pic.twitter.com/Y7UBknaQeb
— Pacing Gembul (@Pacinggembul22) September 6, 2026
Penghentian sementara operasional delapan bandara langsung diberlakukan sampai pukul 18.00 WIB.
Empat di antaranya merupakan bandara komersial utama di bawah naungan InJourney Airports, termasuk Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Husein Sastranegara, serta Radin Inten.
Gangguan jadwal ini berdampak masif pada rute penerbangan domestik maupun internasional.
Pihak InJourney Airports mencatat sebanyak 2.300 penerbangan terpaksa dibatalkan atau ditunda akibat bencana alam ini.
Kebijakan pembekuan penerbangan sementara tersebut memengaruhi perjalanan setidaknya 268.539 penumpang.
Pemerintah turut mengizinkan seluruh sekolah di zona terdampak untuk menghentikan aktivitas tatap muka sementara waktu.
📽 KRAKATAU 1883
ngeliat visual reka ulang krakatau 1883 ini emang ngeri. awalnya cuma keliatan kayak aktivitas vulkanik biasa, tapi ujungnya meledak masif dan nimbulin tsunami
yang bikin geleng-geleng kepala, suara letusannya dilaporin kedengeran sampe ribuan kilometer. dari… pic.twitter.com/rkhib2olF6
— deswan (@bydesone) September 5, 2026
Langkah belajar dari rumah ini diterapkan di Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Lampung.
Instruksi pembelajaran jarak jauh bertujuan meminimalkan risiko gangguan pernapasan pada anak-anak akibat paparan hujan abu.
Pemerintah mengimbau warga untuk terus menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.
Otoritas geologi Indonesia mengingatkan masyarakat bahwa ancaman bahaya dari kawah Anak Krakatau belum sepenuhnya berakhir.
Potensi erupsi lanjutan diprediksi masih tinggi dalam beberapa hari mendatang.
Ancaman bahaya utama mencakup lontaran batu pijar, hujan abu lebat, hingga potensi aliran lava baru.
🌋✈️🌏 Imagenes impresionantes del volcán Anak Krakatoa, situado en el estrecho de Sonda en Indonesia, completó 25 horas de erupción continua con columnas de ceniza de hasta 15.000 metros de altura. Se han cancelado 2.300 vuelos en 7 aeropuertos con 270.000 pasajeros afectados. pic.twitter.com/JAW2uZTFrc
— Cesar Augusto Londoño (@cesaralo) September 8, 2026
Bahaya tersebut dapat terjadi sewaktu-waktu jika aktivitas erupsi menerus kembali meningkat.
Masyarakat dan wisatawan dilarang mendekati area kawah dalam radius aman yang telah ditentukan.
Seluruh pemangku kepentingan diminta tetap siaga mengantisipasi perubahan status gunung secara mendadak.
Masih dari Euronews, Gunung Anak Krakatau merupakan pulau vulkanik aktif yang terletak di perairan Selat Sunda.
Gunung ini tumbuh dari sisa-sisa letusan dahsyat Krakatau pada tahun 1883 yang sempat memicu perubahan iklim global hingga bumi menjadi dingin.
“Namanya berarti “anak Krakatau,” dan gunung berapi ini merupakan keturunan dari Krakatau yang terkenal, yang letusannya yang dahsyat pada tahun 1883 memicu periode pendinginan global,” tulis media itu lagi.
Aktivitas vulkanik gunung ini pernah memicu gelombang tsunami destruktif pada akhir tahun 2018 lalu.
Bencana historis tersebut merenggut sedikitnya 430 korban jiwa di pesisir Sumatra dan Jawa.
Para peneliti mengidentifikasi longsoran material bawah laut dari lereng barat daya gunung sebagai pemicu utama tsunami tersebut.
Runtuhan skala besar itu menggeser volume air laut dalam jumlah masif secara mendadak.
Indonesia sendiri memiliki lebih dari 120 gunung berapi aktif yang tersebar di berbagai pulau.
Kondisi geografis ini terjadi karena wilayah Nusantara berada tepat di atas jalur Lingkaran Cincin Pasifik.
Kawasan sabuk gempa bumi ini menjadi pusat pertemuan lempeng tektonik dunia yang sangat aktif.
Alhasil, dinamika geologi seperti gempa dan letusan gunung berapi menjadi fenomena alam yang sering terjadi.