DEMOCRAZY.ID – Pemenang lelang Wilayah Kerja (WK) Migas Natuna D-Alpha menjadi perhatian setelah PT Nations Petroleum ditetapkan pemerintah sebagai pengelola wilayah kerja tersebut.
Perusahaan yang berada di bawah Arsari Group milik Hashim Djojohadikusumo, adik Presiden Prabowo Subianto, itu ditetapkan sebagai pemenang melalui mekanisme Penawaran Langsung.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan pemenang tersebut melalui Surat Keputusan Menteri ESDM Nomor 108.K/MG.4/DJM/2026 tertanggal 17 September 2026.
Komitmen pasti yang dibawa Nations Petroleum untuk tiga tahun pertama mencapai US$103,309 juta.
Selain itu, perusahaan tersebut memberikan bonus tanda tangan sebesar US$200 ribu.
Kabar tersebut kemudian mendapat sorotan dari jurnalis senior Muchlis A Rofik.
Ia mempertanyakan keputusan tersebut dengan mengaitkannya dengan posisi Hashim sebagai adik Presiden Prabowo Subianto.
“KKN terang-terangan. Mestinya Presiden diimpeach,” tegas Muchlis melalui cuitannya di X, Selasa (22/9/2026).
👇👇
KKN terang2an.
Mestinya Presiden DIIMPEACH. https://t.co/4gbg0Ujvpu
— muchlis a rofik (@muchlis_ar) September 22, 2026
Dalam pengumuman resmi pemerintah, Natuna D-Alpha menjadi salah satu dari enam WK Migas yang ditetapkan memiliki pemenang dalam lelang Tahap I Tahun 2026.
Nations Petroleum mencatatkan komitmen pasti terbesar di antara enam wilayah kerja tersebut, yakni US$103,309 juta untuk tiga tahun pertama.
Rencana kerja perusahaan mencakup tiga paket studi G&G, akuisisi dan pemrosesan data seismik 3D seluas 591 kilometer persegi, satu pilot unit design and engineering, tiga paket integrated study CO2, satu manufacturing, procurement and construction, dua paket EPC design cost, satu sumur appraisal, satu sumur eksplorasi, serta satu paket operation, multi-mode testing and monitoring.
Penetapan tersebut secara administratif merupakan bagian dari proses lelang WK Migas yang dilakukan Kementerian ESDM.
Adapun sorotan mengenai hubungan pemilik perusahaan dengan Presiden merupakan bagian dari kritik yang disampaikan Muchlis.
Selain Natuna D-Alpha, pemerintah menetapkan lima wilayah kerja lainnya sebagai pemenang lelang Tahap I 2026.
Berikut rinciannya:
Eni Indonesia Limited menjadi pemenang melalui mekanisme Penawaran Langsung.
Komitmen pasti tiga tahun pertama mencapai US$8 juta dengan bonus tanda tangan US$200 ribu.
PT Nations Petroleum ditetapkan sebagai pemenang melalui mekanisme Penawaran Langsung.
Komitmen pasti tiga tahun pertama mencapai US$103,309 juta dengan bonus tanda tangan US$200 ribu.
Sinopec International Energy Investment (HK) Holdings Limited memenangkan WK Bengara II melalui Lelang Reguler Area Studi ABT 2025.
Komitmen pasti tiga tahun pertama sebesar US$16,5 juta dengan bonus tanda tangan US$300 ribu.
PT Timur Hijau Investama menjadi pemenang dengan komitmen pasti US$7,403 juta untuk tiga tahun pertama serta bonus tanda tangan US$300 ribu.
PT Timur Hijau Investama kembali ditetapkan sebagai pemenang untuk WK Puri.
Nilai komitmen pasti tiga tahun pertama mencapai US$3,35 juta dengan bonus tanda tangan US$300 ribu.
Cinda Energy (Hong Kong) Limited memenangkan WK Rupat dengan komitmen pasti US$2,95 juta dan bonus tanda tangan US$300 ribu.
Jika seluruhnya digabungkan, enam WK Migas tersebut menghasilkan total komitmen pasti sebesar US$141,512 juta.
Sementara total bonus tanda tangan yang diterima pemerintah mencapai US$1,6 juta.
Kementerian ESDM menyebut penawaran WK Migas merupakan bagian dari upaya pemerintah mendorong eksplorasi serta membuka peluang penemuan sumber daya migas baru untuk mendukung kebutuhan energi nasional.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Laode Sulaeman juga menyebut hasil lelang tersebut sebagai indikasi bahwa sektor hulu migas Indonesia masih memiliki daya tarik bagi investor.
Di sisi lain, pemerintah belum menetapkan pemenang untuk tiga wilayah kerja lainnya.
Ketiganya adalah WK Rombebai, WK Maratua II, dan WK Jayapura.
Ketiga wilayah tersebut kemudian diumumkan sebagai Wilayah Kerja Available, sehingga kembali terbuka untuk ditawarkan kepada badan usaha atau bentuk usaha tetap melalui mekanisme yang ditentukan pemerintah.
Setelah menetapkan enam pemenang pada Tahap I, pemerintah juga membuka Penawaran Lelang WK Migas Tahap II Tahun 2026.
Ada delapan wilayah kerja yang ditawarkan, yakni Jago, Mahesa, Rafflesia, Belibis, Talu, Manta, Palu, dan Leti Selatan.
Tujuh wilayah Jago, Mahesa, Rafflesia, Belibis, Talu, Manta, dan Palu ditawarkan melalui mekanisme Penawaran Langsung.
Sementara WK Leti Selatan menggunakan mekanisme lelang reguler.
Dengan demikian, keputusan pemerintah terhadap Natuna D-Alpha berada dalam rangkaian kebijakan lelang WK Migas Tahap I 2026.