Merasa Tak Aman Usai Lengser, Jokowi Nekat Lakukan Ini Meski Dikecam!

DEMOCRAZY.ID — Eksistensi politik mantan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) pasca-lengser dari kursi kekuasaan terus memantik perdebatan sengit di ruang publik.

Alih-alih menikmati masa pensiun di kampung halaman sesuai janjinya dahulu, pergerakan agresif sang mantan kepala negara justru dibaca para pengamat sebagai bentuk kepanikan akut demi menyelamatkan diri dari jeratan hukum masa lalu.

Perasaan “Tidak Aman” dan Bayang-Bayang Kasus Hukum

Pengamat politik kenamaan, Rocky Gerung, secara blak-blakan membedah psikologi politik Jokowi yang dinilai masih diliputi rasa cemas berlebih setelah melepaskan jabatannya pada akhir 2024 lalu.

Menurutnya, ketidakamanan tersebut bersumber dari rentetan kasus kontroversial yang belum tuntas, termasuk polemik abadi seputar dugaan ijazah palsu S1 Fakultas Kehutanan UGM yang kini telah merangsek masuk ke meja hukum.

“Ada yang belum bikin Presiden Jokowi itu aman soal kasus-kasus. Kasusnya bukan cuman soal ijazah, soal kasus KPPU apa soal kasus KPU segala macam, soal Parcok kan banyak kasus kan,” ungkap Rocky Gerung dalam kanal YouTube Total Politik, dikutip Senin (10/8/2026).

Melihat intensitas kemunculan Jokowi di ruang publik yang kian masif, Rocky menilai tindakan tersebut mematahkan narasi awal bahwa sang mantan presiden akan sepenuhnya vakum dari dunia politik.

Tujuan dari cawe-cawe berkelanjutan ini dinilai hanya bermuara pada satu titik krusial: mengamankan posisi sang putra sulung.

“Kalau dia ingin bermain politik cuman satu tujuannya. jadikan Gibran Presiden. Kenapa mesti Gibran Presiden? Hanya Gibran yang bisa melindungi kasus-kasus Jokowi,” tegasnya.

Kritik Keras Feri Amsari: Safari Politik Dinilai “Kurang Tahu Diri”

Pandangan serupa juga disuarakan oleh pakar hukum tata negara, Feri Amsari.

Ia menyoroti kontras tajam antara janji-janji manis Jokowi sebelum lengser—yang berulang kali menegaskan akan pulang kampung ke Solo dan hidup sebagai rakyat biasa—dengan realitas pergerakan lapangannya saat ini.

Feri menilai rentetan safari politik yang dilakoni Jokowi ke berbagai daerah, mulai dari Lampung hingga Nusa Tenggara Timur (NTT), terkesan sebagai bentuk sikap yang “kurang tahu diri”.

Alih-alih beristirahat, Jokowi justru turun gunung bertindak layaknya mesin politik demi mendongkrak elektoral Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang kini dikomandoi oleh sang anak bungsu, Kaesang Pangarep.

[VIDEO]

Artikel terkait lainnya