DEMOCRAZY.ID – Pakar Hukum Tata Negara Denny Indrayana kembali menaikkan hadiah sayembara untuk menemukan ijazah SMA atau sederajat milik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Terbaru, hadiah yang ditawarkan Denny mencapai Rp350.050.000. Nominal tersebut meningkat tajam dari penawaran awal yang disebut hanya Rp100.000.
Denny mengatakan kenaikan hadiah dilakukan setelah selama sepekan tidak ada pihak yang mengikuti sayembara tersebut.
“Sudah seminggu, tidak ada yang berani menjadi peserta Sayembara Ijazah SMA/Sederajat Mas Gibran. Hadiahnya sudah naik lebih 350% menjadi Rp350.050.000,” kata Denny Indrayana, Senin (17/8/2026).
Denny kemudian mengaitkan keberadaan dokumen pendidikan tersebut dengan persyaratan bagi seseorang yang menjabat sebagai wakil presiden.
Ia berpendapat, tanpa bukti kelulusan pendidikan SMA atau sederajat, Gibran tidak lagi memenuhi syarat sebagai Wakil Presiden sebagaimana yang disebutnya dalam Pasal 7A UUD 1945.
Denny juga mengaitkan pandangannya dengan Pasal 8 UUD 1945 yang mengatur mengenai pemberhentian Wakil Presiden.
“Ayo Mas Gibran, jangan hanya main karet gelang, tunjukkan ijazah SMA/sederajat Anda tidak hilang,” tuturnya.
👇👇
Ini ditanya dokumen ijazah SMA atau sederajat Mas Gibran, muter-muter entah kemana. Merdeka! pic.twitter.com/LDUJzZRON6
— Denny Indrayana (@dennyindrayana) August 17, 2026
Polemik tersebut mendapat tanggapan dari kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedi Nur Palakka.
Dedi menilai seluruh persyaratan administratif pencalonan telah melalui proses pemeriksaan dan verifikasi oleh lembaga yang memiliki kewenangan.
“Kalau ditemukan dokumen yang tidak sesuai, jelas akan dikembalikan untuk segera dilengkapi,” jelas Dedi.
Menurut Dedi, Gibran telah melewati seluruh proses administratif pencalonan.
Ia juga menilai terpilihnya Gibran sebagai wakil presiden pada Pemilu 2024 menjadi bagian dari sejarah politik Indonesia karena membawa figur yang lebih muda ke posisi tersebut.
Dedi mengatakan Gibran kerap diremehkan dan diragukan kapasitasnya karena usianya yang relatif muda.
“Tapi namanya juga anak muda, jelas ia sering kali diremehkan, diragukan kapasitasnya oleh orang-orang yang justru saat kita periksa rekam jejaknya ternyata bermasalah 🤭,” tandasnya.
Polemik mengenai dokumen pendidikan Gibran hingga kini masih menjadi perdebatan di ruang publik.
Di satu sisi, Denny terus mendesak agar dokumen pendidikan tersebut ditunjukkan melalui sayembara dengan hadiah yang terus meningkat.
Sementara itu, pihak yang mendukung Gibran menilai persyaratan administratif pencalonan telah melalui mekanisme pemeriksaan oleh lembaga yang berwenang.