PDIP Bongkar ‘Manuver’ Jokowi-Gibran ke KDM: Pansos hingga Adu Domba!

DEMOCRAZY.ID – Politisi PDI Perjuangan Guntur Romli menyoroti manuver politik Joko Widodo (Jokowi) dan Gibran Rakabuming Raka terhadap Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM).

Melalui unggahannya, Guntur mempertanyakan apakah langkah Jokowi dan Gibran yang mendekati KDM merupakan ajang panjat sosial (pansos) atau justru upaya adu domba.

“Karena nama Kang Dedi (KDM) melesat di survei, pendukung-pendukung Gibran & Jokowi sebarin meme Gibran-KDM 2029. Jokowi tiba-tiba pakai udeng khas KDM di Jabar,” tulis Guntur, dikutip Senin (5/10/2026).

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk pansos.

“Ini pansos,” tegasnya.

Namun Guntur menilai ada yang lebih berbahaya dari sekadar pansos.

Ia menilai KDM seperti sedang diadu domba dengan partainya sendiri dan ketua umumnya.

“Tapi ada yang lebih bahaya. KDM seperti diadu domba dengan partainya & ketua umumnya,” ujarnya.

Guntur pun menyinggung gaya politik Jokowi yang kerap memainkan politik belah bambu.

“Soal politik adu domba dan belah bambu, Jokowi memang jagonya,” tandasnya.

KDM dan Bursa Cawapres 2029

Sebelumnya, pengamat politik Hendri Satrio menilai KDM berpotensi menghadapi kendala untuk masuk bursa cawapres pendamping Prabowo Subianto di Pemilu 2029, meski memiliki basis massa yang kuat.

Analisis itu disampaikan Hendri dalam siniar Helmy Yahya Bicara yang tayang Jumat (2/10/2026).

Menurutnya, jika Prabowo kembali maju, pilihan cawapres kemungkinan lebih diarahkan kepada tokoh yang telah lama berada dalam lingkaran ideologisnya.

“Kalau Pak Prabowo maju, hitung-hitungan saya KDM itu mungkin juga sulit jadi wakil Pak Prabowo walaupun dia sama-sama Gerindra. Kenapa? Karena kalau kita lihat menteri-menteri sekarang, yang bekerja di lingkaran inti adalah orang-orang ideologisnya Pak Prabowo,” jelas Hendri.

Ia menyebut lingkaran inti Prabowo diisi tokoh loyalis seperti Mayor Teddy, Sugiono, dan Sudaryono yang memiliki latar belakang Taruna Nusantara.

Sementara KDM baru bergabung dengan Gerindra setelah sebelumnya di Golkar.

Selain itu, gaya blusukan KDM dinilai lebih identik dengan pendekatan politik Jokowi dibandingkan Prabowo.

Hendri juga mengaitkan pemilihan cawapres 2029 dengan kepentingan regenerasi menuju 2034, bukan sekadar untuk memenangkan kontestasi.

Wacana Duet Gibran-KDM di Medsos

Spekulasi pasangan 2029 sendiri sudah ramai di media sosial.

Dua wacana yang paling menyita perhatian adalah poster “Kabinet Tangguh” KDM-Ahok dan isu duet Gibran-KDM.

Poster “Kabinet Tangguh” viral awal September 2026, menampilkan KDM sebagai presiden 2029-2034 dan Ahok sebagai wapres, lengkap dengan nama-nama menteri seperti Mahfud MD hingga Anies Baswedan.

Poster itu bukan susunan resmi, melainkan kreasi warganet.

Sementara wacana Gibran-KDM mulai mencuat sejak pertemuan pendukung Jokowi pada 24 Agustus 2026.

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu menyebut Jokowi sudah memantau elektabilitas KDM yang melesat bahkan mengungguli Prabowo sejak awal 2026, dan komunikasi keduanya semakin intens.

Menanggapi isu tersebut, Jokowi memilih bungkam.

Saat ditanya usai Rakorda DPD PSI di Cikarang Timur, Bekasi, Sabtu (27/9/2026), ia hanya menjawab singkat “Hehe.”

KDM sendiri membantah memikirkan Pilpres.

“Kita lagi mikir bagaimana jadi gubernur yang sukses. Tidak mikir yang lain. Pokoknya tidak ada. Hari ini saya berfokus bekerja aja memberikan yang terbaik,” ujar KDM di Gedung Pakuan, Bandung, Selasa (22/9/2026).

Artikel terkait lainnya