Dokter Tifa Mendadak Mundur dari Polemik Ijazah Jokowi, Alasan di Baliknya Bikin Publik Langsung Tercengang!

DEMOCRAZY.IDPolemik dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) masih terus bergulir di tengah proses hukum yang belum berakhir.

Namun, di saat perdebatan masih memanas, Dokter Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa justru menyampaikan pernyataan mengejutkan.

Melalui video yang diunggah di kanal YouTube pribadinya pada Selasa (4/8/2026), Dokter Tifa mengaku merasa tugasnya sebagai ilmuwan dan peneliti terkait polemik ijazah Jokowi telah selesai.

Video berdurasi lima menit 44 detik itu diberi judul “dr Tifa Pilih Hijrah, Tugas Soal Ijazah Sudah Tunai, Kini Kembali Ke Dunia Kesehatan”.

Dalam video tersebut, Tifa mengawali penjelasannya dengan mengenang peluncuran buku Jokowi’s White Paper yang ia susun bersama Roy Suryo dan Rismon Sianipar setahun lalu.

“1 tahun yang lalu, tepatnya tanggal 18 Agustus 2025. Kalau teman-teman semuanya ingat, saya bertiga ya waktu itu dengan Roy Suryo dan Rismon Sianipar melaunching buku yang sangat menghebohkan jagad Indonesia yaitu buku Jokowi’s White Paper. Itu adalah buku karya ilmiah kami bertiga ya, terutama khususnya adalah saya yang berkaitan dengan problem persoalan polemik ijazah dari mantan Presiden Republik Indonesia ketujuh yaitu Bapak Joko Widodo ya,” katanya.

Dokter Tifa kemudian mengungkapkan bahwa selama satu tahun terakhir banyak peristiwa yang ia alami, termasuk proses hukum yang disebutnya sebagai kriminalisasi.

Ia pun kini memutuskan untuk mengakhiri perannya dalam mengkaji polemik ijazah Jokowi.

“Dan 1 tahun berselang ya berbagai macam peristiwa terjadi termasuk kriminalisasi yang terjadi pada saya sejak tanggal 30 April 2025 dan 1 tahun ini saya berpikir bahwa untuk saya tuh enough ya cukup karena tugas saya sebagai ilmuwan, sebagai peneliti sudah saya tunaikan hal ihwal tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan ijazah tersebut terutama dari sisi domain pengetahuan maupun kompetensi yang saya miliki,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kajian yang dilakukannya selama ini berfokus pada analisis terhadap artefak digital yang beredar di media sosial dan diklaim sebagai foto ijazah Jokowi.

“Ya, dalam hal ini adalah saya menjawab satu artefak penting dalam benda digital yang tersebar di media sosial yang kemudian dikatakan itu sebagai foto dari ijazah Pak Joko Widodo sudah saya lakukan penelitian ya, terutama adalah pada sisi foto yang ada pada benda digital tersebut ya,” ungkapnya.

“Kemudian dengan ilmu yang saya miliki yaitu ilmu anatomi, morfologi, dan kemudian saya kayak saya korelasikan dengan ilmu behavior yang juga saya pelajari hasilnya adalah kajian neuropolitika dengan menggunakan ilmu facial action coding system yang kemudian saya bukukan dalam eh bagian dari buku Jokowi’s White Paper,” ucap Dokter Tifa.

Di akhir penjelasannya, ia menegaskan telah mengambil keputusan untuk tidak lagi melanjutkan kajian mengenai polemik ijazah tersebut dan memilih kembali fokus pada bidang kesehatan.

“Saya harus memberikan keputusan kepada diri sendiri bahwa sekali lagi terkait dengan persoalan ijazah ya bagian saya sudah saya tunaikan, jadi sudah cukup untuk saya,” imbuhnya.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah polemik ijazah Jokowi yang masih berlanjut di ranah hukum.

Terbaru, Dokter Tifa mengajukan permohonan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk menguji sah atau tidaknya penghentian penuntutan.

Sidang perdana dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 12 Agustus 2026, sehingga sidang dakwaan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur yang semula dijadwalkan pada Kamis, 6 Agustus, ditunda.

Artikel terkait lainnya