DEMOCRAZY.ID – Cara seorang pemimpin menghadapi tekanan, kritik hingga persoalan di lapangan kerap menjadi cerminan dari gaya kepemimpinannya.
Bagi Wakil Ketua MPR RI Bambang Wuryanto atau yang akrab disapa Bambang Pacul, ada sisi menarik dari sosok Jokowibyang menurutnya jarang diketahui publik.
Bambang melihat Jokowi sebagai sosok yang mampu mengendalikan ego ketika menghadapi berbagai situasi.
Menurutnya, sikap tersebut membuat Jokowi lebih memilih berkonsentrasi pada persoalan yang dihadapi ketimbang meluapkan kemarahan.
Bambang mengungkap pandangannya ketika membicarakan karakter Jokowi dalam menjalankan kepemimpinan.
Ia menilai Jokowi memiliki kemampuan untuk menempatkan ego pada posisi yang sangat rendah ketika menghadapi sebuah persoalan.
“Pak Jokowi itu bisa menurunkan ego sampai pada level 0,” ujar Bambang, dikutip dari videonya yang beredar di Instagram, Senin (21/9/2026).
Dikatakan Bambang, kemampuan mengendalikan emosi tidak berarti seseorang tidak pernah menghadapi persoalan atau tekanan.
Justru, kata dia, sikap tersebut terlihat dari bagaimana seseorang menentukan fokus ketika berhadapan dengan masalah.
Bambang kemudian menggambarkan bagaimana dirinya melihat respons Jokowi ketika menghadapi situasi yang membuat seorang pemimpin berpotensi menunjukkan kemarahan.
Ia menyebut ada perbedaan antara marah secara emosional dengan sikap tegas yang tetap diarahkan pada penyelesaian persoalan.
“Pernahkah dikau lihat Pak Jokowi marah? Nah bentuk marahnya pasti terbeda,” tukasnya.
Politikus PDIP itu melihat karakter tersebut sudah terbentuk dalam diri Jokowi.
“Karena beliau sudah mentalitasnya udah begitu, ego nya udah turun,” tegasnya.
Ia kemudian menekankan bahwa fokus menjadi hal yang lebih terlihat dibandingkan luapan emosi.
“Nggak marah, tapi dia fokus,” tandasnya.
Pandangan Bambang tersebut menggambarkan satu sisi dari gaya kepemimpinan Jokowi yang menurutnya tidak selalu ditunjukkan melalui ekspresi kemarahan ketika menghadapi persoalan.
Dalam konteks kepemimpinan, kemampuan menahan ego dapat membuat seorang pemimpin lebih leluasa memusatkan perhatian pada persoalan yang harus diselesaikan.
Jokowi sendiri selama menjabat sebagai Presiden dikenal kerap melakukan kunjungan langsung ke berbagai daerah dan bertemu masyarakat.
Pola tersebut menjadi bagian dari gaya kerja yang diperlihatkan selama masa pemerintahannya.
Di sisi lain, dalam sejumlah pidato dan arahan kepada jajaran pemerintah, Jokowi juga pernah menekankan pentingnya kerja cepat, disiplin, efektivitas birokrasi, serta penggunaan anggaran yang bertanggung jawab.
Dalam sambutan pada Sidang Kabinet Paripurna 2009, misalnya, Jokowi menekankan pentingnya pemerintahan yang lebih fokus, disiplin, solid, serta berorientasi pada hasil.
Ia juga menegaskan reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan sebagai bagian penting dalam menjalankan program pemerintah.
Perpaduan antara pendekatan langsung kepada masyarakat dan penekanan terhadap kinerja birokrasi tersebut menjadi bagian dari gambaran kepemimpinan Jokowi selama berada di pemerintahan.
Namun, bagaimana tepatnya karakter Jokowi ketika menghadapi tekanan dan persoalan merupakan hal yang juga dipandang berbeda oleh setiap pihak.
Bagi Bambang Pacul, salah satu ciri yang ia lihat justru terletak pada kemampuan Jokowi menekan ego dan tetap fokus menghadapi persoalan.