DEMOCRAZY.ID — Gelombang kritik pedas terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto terus bergemuruh dari berbagai kalangan akademisi.
Kali ini, pengamat kebijakan publik Muhammad Syukur Mandar melontarkan kecaman keras yang menelanjangi buruknya tata kelola pemerintahan hari ini, bahkan secara terbuka menyatakan telah kehilangan seluruh optimismenya terhadap masa depan bangsa.
Tanpa tedeng aling-aling, Syukur membeberkan segudang persoalan akut yang menjerat rezim saat ini, mulai dari tumpukan utang luar negeri, amburadulnya kebijakan publik, hingga kualitas para pembantu presiden yang disinyalir jauh dari standar integritas.
“Apa yang membuat saya optimis? Utang banyak, kebijakan amburadul, presiden nggak punya visi, kabinet gemuk nggak ada guna, DPR banyak nggak ada guna, yang jadi pejabat begundal, maling semua. Brengsek semua,” ujar Syukur dengan nada geram, dikutip dari Forum Keadilan TV, Senin (3/8/2026).
Tak berhenti pada bobroknya jajaran kabinet dan legislatif, Syukur memperingatkan bahwa arah kemudi kepemimpinan nasional di bawah kendali Prabowo justru membawa Indonesia menuju ambang kehancuran total.
Ia menilai gaya kepemimpinan Istana berpotensi membubarkan negara secara perlahan akibat salah urus yang masif.
“Dibawa ke jurang kehancuran. Nggak dibawa ke mana-mana. Mau dibubarin negara ini, dibubarin oleh Presiden Prabowo sendiri dari caranya memimpin,” tegasnya tajam.
Dalam kesempatan yang sama, ia juga menyoroti ironi sikap masyarakat di akar rumput.
Di satu sisi, tingkat kecerdasan publik dinilai semakin meningkat, namun hal tersebut belum berbanding lurus dengan keberanian kolektif untuk melawan ketidakadilan, sementara sebagian kalangan intelektual justru memilih bungkam dan mengabaikan kejujuran moral.
“Rakyat makin pintar, tapi nggak ada yang bergerak. Yang bodoh juga tambah bodoh, yang pintar tapi nggak memelihara kejujuran,” imbuhnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Istana maupun Presiden Prabowo Subianto sendiri belum memberikan tanggapan resmi atau klarifikasi terkait deretan pernyataan keras yang dilontarkan oleh Muhammad Syukur Mandar tersebut.