DEMOCRAZY.ID — Sikap mengejutkan tiba-tiba datang dari internal koalisi pemerintahan!
Di tengah ketakutan sejumlah faksi politik terhadap usulan penyelidikan Parlemen, Politikus Senior Partai Demokrat, Andi Arief, justru melempar sinyal hijau bagi pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket di DPR RI untuk membongkar skandal ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Andi Arief menegaskan bahwa pembentukan Pansus di DPR tak perlu ditakuti secara berlebihan.
Menurutnya, mekanisme pengawasan parlemen justru dapat menjadi “panggung penyelamat” dan panggung klarifikasi terbuka bagi Gibran untuk meluruskan narasi-narasi miring yang berkembang pasca-pembacaan Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) pada 6 Oktober lalu.
“Keputusan MK ini sebenarnya jangan didebat karena sudah jadi keputusan. Yang perlu kita bahas adalah implikasinya,” ujar Andi Arief tegas kepada wartawan, Rabu (14/10/2026).
Andi Arief menilai, di balik putusan MK yang menolak gugatan pemohon, kemunculan pertimbangan hukum hakim MK yang menyatakan ketiadaan bukti ijazah setara SMA milik Gibran telah memukul telak reputasi dan legitimasi sang Wakil Presiden.
Dalam posisi seperti ini, Gibran dipandang sebagai pihak yang paling dirugikan oleh spekulasi publik yang terus liar.
Ia menyoroti bahwa selama persidangan di MK, Gibran maupun perwakilan institusi sekolahnya di Singapura dan Australia belum pernah dihadirkan secara langsung di bawah sumpah untuk memberikan pembuktian otentik.
Oleh karena itu, Pansus DPR dianggap sebagai saluran resmi paling tepat untuk menguji dokumen dan memulihkan reputasi tersebut.
“Kalau ada pihak yang dirugikan, itu harusnya mencari saluran untuk klarifikasi karena masih ada ruang… Kalau menurut saya, ini kesempatan. Kalau ada pansus, yang paling diuntungkan sebenarnya adalah Mas Gibran karena Mas Gibran bisa klarifikasi di pansus tersebut,” seru Andi Arief.
Untuk memperkuat argumennya, politikus Demokrat ini memutar kembali memori sejarah pada era kepemimpinan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat menghadapi gelombang Pansus Hak Angket Bank Century (2009–2010).