DEMOCRAZY.ID – Video yang memperlihatkan seorang ajudan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud diduga menyenggol mahasiswi hingga telepon genggamnya terjatuh viral di media sosial.
Insiden itu terjadi ketika mahasiswa mempertanyakan alasan gubernur tidak menemui massa demonstrasi.
Rekaman tersebut memicu sorotan warganet karena memperlihatkan ketegangan antara mahasiswa dan ajudan yang mendampingi Rudy.
Sejumlah mahasiswa bahkan terlihat mengejar ajudan tersebut setelah insiden terjadi.
Video itu diunggah ulang oleh banyak akun sosial media.
Dalam rekaman tersebut, mahasiswa mendatangi Rudy yang baru tiba di sebuah masjid setelah sebelumnya menggelar aksi di kompleks Kantor Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim.
Video di Akhir Artikel
Dalam video yang beredar, seorang mahasiswa terdengar menanyakan alasan Rudy tidak menemui mahasiswa saat demonstrasi berlangsung.
“Bapak tadi kenapa tidak mau menemui kami?” tanya seorang mahasiswa kepada Rudy.
Gubernur Kaltim itu kemudian menjawab bahwa dirinya tidak dapat menemui massa karena menghadiri agenda lain.
“Maaf ya, tadi ada acara PGRI,” jawab Rudy.
Di tengah percakapan tersebut, seorang ajudan yang berada di dekat gubernur terlihat bergerak ke arah barisan mahasiswa.
Ajudan itu diduga menyenggol seorang mahasiswi hingga telepon genggam yang dipegangnya terjatuh.
Ajudan tersebut juga terlihat melakukan tindakan menantang kepada mahasiwa lainnya.
Selain tindakan yang terekam dalam video, identitas ajudan tersebut turut menjadi perbincangan di media sosial.
Sosoknya disebut warganet bernama Asky Rizal Toding dan diduga merupakan anggota Polri aktif berpangkat Brigadir Polisi Satu (Briptu) yang bertugas di Polda Kaltim.
Akun Instagram @askyandlaura yang dikaitkan dengan sosok tersebut juga menjadi sorotan pengguna media sosial.
Namun, identitas serta status kedinasannya belum dapat dipastikan melalui keterangan resmi.
Video tersebut menuai beragam reaksi, termasuk kecaman dari warganet yang menyoroti dugaan tindakan terhadap mahasiswa.
👇👇
@media_kaltimSAMARINDA – Aksi unjuk rasa yang digelar puluhan mahasiswa dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Samarinda terkait penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan Timur diwarnai insiden gesekan pada Senin (19/10/2026). Insiden tersebut terjadi di area Masjid Nurul Mu’minin, Samarinda, ketika Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud hendak memasuki area masjid. Seorang ajudan Gubernur terlihat melakukan senggolan keras terhadap mahasiswa yang tengah menyampaikan kekecewaannya lantaran tidak ditemui secara langsung oleh Gubernur. Sikap pengawalan tersebut dinilai arogan oleh massa aksi yang berada di lokasi penyampaian pendapat. Kejadian ini kian memicu sorotan publik terhadap respons pemerintah daerah dalam menyikapi tuntutan mahasiswa mengenai karhutla dan keselamatan warga. Baca Juga