DEMOCRAZY.ID – Buku “Islam Ala Prabowo: Cara Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran Islam” sedang menjadi buah bibir di media sosial.
Buku yang sebenarnya telah diterbitkan sejak 2025 itu menjadi sorotan setelah sejumlah nama yang dikaitkan dengan isinya memberikan klarifikasi mengenai keterlibatan mereka.
Perhatian publik salah satunya tertuju pada nama Yusril Ihza Mahendra yang disebut dalam pembahasan buku tersebut.
Menurut daftar isi buku “Islam Ala Prabowo” yang beredar di media sosial, nama Yusril Ihza Mahendra muncul dalam “Bagian 1 – Islam Perdamaian dan Keadilan”.
Yusril kemudian menegaskan bahwa dirinya bukan penulis buku dan keterlibatannya hanya sebagai narasumber yang diwawancarai oleh tim penyusun.
Beberapa tokoh juga muncul untuk memberikan klarifikasi terkait nama mereka yang dicantumkan dalam buku “Islam Ala Prabowo”.
Lalu, siapa sebenarnya penulis buku “Islam Ala Prabowo”?
Berikut penjelasannya berdasarkan keterangan resmi.
Dari judulnya aku sempat mengira isinya akan membedah bagaimana corak pemikiran atau prinsip keislaman yang dianut Prabowo.
Baca JugaJadi aku rangkum dengan teknik baca cepat dari kata pengantarnya kemudian daftar isi, pilih tema yang sesuai dan baca ringkasan buku di cover belakang.… pic.twitter.com/mSpJhx9xbd
— Catholic 𐕣 (@myshawti) September 5, 2026
Buku “Islam Ala Prabowo” pertama kali diterbitkan pada April 2025.
Peluncurannya kemudian dilakukan dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Baznas 2025 di Jakarta pada 26 Agustus 2025.
Meski namanya ada dalam judul, buku “Islam Ala Prabowo” tidak ditulis oleh Prabowo Subianto.
Penuliskan buku ini diinisiasi oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Iskandar dan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Ahmad Muzani.
Kemudian, jika mengacu pada katalog Gramedia, buku setebal sekitar 300-an halaman itu disusun oleh Abdur Rahim Hasan, Rikal Dikri, dan Mush’ab Muqoddas.
Sementara penerbitnya adalah Atmosphere Publishing House.
Selain nama-nama di atas, ada Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya Asep Saifuddin Chalim yang turut menulis bagian epilog buku “Islam Ala Prabowo”.
Hal ini telah dikonfirmasi langsung oleh Asep saat peluncuran buku tersebut pada Agustus 2026.
“Sebagai salah seorang yang ikut menulis, epilognya saya yang menulis, kalau buku ini diluncurkan pada bulan Agustus itu tepat sekali karena tekad beliau,” kata Asep Saifuddin Chalim, dilansir dari ANTARA pada Selasa, 8 September 2026.
“Bapak Prabowo adalah untuk mewujudkan cita-cita luhur kemerdekaan menjadi sebuah kenyataan,” lanjutnya.
Orang Fasik Bicara Agama….ngeriiii pic.twitter.com/jcNqel0ubw
— ¥@N’$ (@yaniarsim) September 4, 2026
Nama Yusril Ihza Mahendra menjadi salah satu yang disorot setelah buku tersebut kembali viral.
Namun, Yusril memberikan klarifikasi pada 8 September 2026 bahwa dirinya bukan penulis buku tersebut.
Yusril mengatakan keterlibatannya hanya sebagai salah satu narasumber yang diwawancarai oleh tim penyusun.
Ia juga menyebut tidak pernah dilibatkan dalam pembahasan judul, proses penggagasan, maupun pembiayaan penerbitan buku.
Menurut Yusril, wawancara tersebut dilakukan jauh sebelum dirinya dilantik sebagai menteri dalam Kabinet Merah Putih.
Setelah wawancara selesai, ia mengaku tidak pernah melihat transkrip maupun naskah hasil wawancara hingga buku tersebut diterbitkan.
“Saya tidak menulis buku itu. Saya hanya diwawancarai oleh tim penyusunnya,” tegas Yusril, seperti dikutip dari ANTARA pada Selasa, 8 September 2026.
Yusril baru membaca buku tersebut secara utuh setelah kembali menjadi perhatian publik.
Setelah membacanya, ia menilai sebagian besar pandangan yang disampaikannya dalam wawancara telah dituangkan dengan cukup baik dan ia tidak melihat persoalan mendasar pada substansi yang bersumber dari wawancaranya.
Dengan demikian, nama Yusril dalam buku tidak berarti ia merupakan salah satu penulisnya.
Posisi Yusril yang dijelaskan sendiri adalah sebagai narasumber yang memberikan pandangan kepada tim penyusun.
📌PROTES PENCATUTAN NAMA DI BUKU ISLAM ALA PRABOWO
Buku Islam Ala Prabowo memicu polemik etika. Sejumlah ulama terkemuka, termasuk Gus Kautsar dan TGB Zainul Majdi, memprotes keras pencatutan nama mereka sebagai kontributor tanpa izin.
Klarifikasi tegas pun dilayangkan demi… pic.twitter.com/l6phqxdlOf
— RL (@RA_leather) September 7, 2026
Buku Islam ala Prabowo (Shopee)PerbesarBuku Islam ala Prabowo (Shopee)Secara umum, “Islam Ala Prabowo” berusaha melihat sosok Prabowo dari perspektif keislaman, terutama hubungan antara nilai moral Islam dengan perilaku politik dan kepemimpinannya.
Buku ini juga membahas perjalanan dan kiprah Prabowo dalam konteks kehidupan berbangsa serta persoalan keumatan.
Gramedia menjelaskan bahwa buku tersebut berusaha menggali nilai-nilai dan paradigma yang dikaitkan dengan Prabowo, termasuk pengaruh moral Islam dalam perilaku politik dan kepemimpinannya.
Buku ini juga mencoba membuka perspektif mengenai Prabowo sebagai figur yang dikaitkan dengan gerakan keagamaan dan keumatan, meskipun bukan sosok yang dikenal sebagai “santri bersarung”.
Peluncuran buku di Rakornas Baznas 2025 juga memperlihatkan kaitannya dengan isu kepemimpinan dan kesejahteraan masyarakat.
Dalam acara tersebut, Asep Saifuddin memberikan testimoni mengenai relevansi buku dengan cita-cita kemerdekaan dan pembangunan bangsa.