Dian Damayanti Penulis Paper MBG Akhirnya Buka Suara dan Akui Kebohongannya!

DEMOCRAZY.ID – Penulis karya ilmiah yang ajukan Makan Bergizi Gratis (MBG) nominasi Nobel Perdamaian mengaku salah. Dia adalah Dian Damayanti.

Klarifikasi Dian disampaikan Melalui Instagramnya diandamayanti17. Ditulis menggunakan bahasa Inggris, lengkapdengan tanda tangan dan materai.

“Dengan ini menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia, Pemerintah Republik Indonesia, Pemerintah Prancis, serta seluruh pihak yang terdampak atas publikasi artikel dan dokumen terkait,” tulis Dian dikutip Sabtu (8/8/2026).

Dianmengungkapkan, papaer berjudul “Nobel Peace Prize 2026 Free Meal Program by The Nation Nutrition Agency Building Smart Business for Food Security Industry and Indonesia Economic Growth” merupakan tanggung jawabnya.

“Seluruh tulisan, publikasi, dan dokumen yang saya buat merupakan inisiatif pribadi dan tidak mewakili atau mengatasnamakan institusi, kementerian, universitas, maupun pihak lain,” ucap Dian.

Pada dasarnya, Dian mengaku tak bermaksud menyinggung, mencemarkan nama baik, ataupun merugikan pihak yang dicatut dalam artikel dan dokumen lainnya. Baik itu Pemerintah Indonesia hingga Pemerintah Prancis.

“Saya mengakui terdapat kekeliruan dalam penyampaian informasi sehingga menimbulkan kesalahpahaman, kegaduhan, dan keresahan di masyarakat,” imbuhnya.

“Saya menegaskan bahwa pihak Kementerian Dalam Negeri, termasuk pejabat maupun institusinya, tidak terlibat dalam penyusunan maupun publikasi artikel tersebut,” sambung Dian.

Karenanya, Dian meminta maaf kepada semua nama dan lembaga yang dicatut dalam artikel. Semua itu menurutnya jadi tanggung jawabnya.

“Permohonan Maaf. Dengan penuh kesadaran dan kerendahan hati, saya menyampaikan permohonan maaf,” imbuhnya.

Dian mengaku menyesal.

“Saya menyesali segala dampak yang timbul akibat tindakan dan publikasi tersebut serta berkomitmen untuk lebih berhati-hati dalam setiap kegiatan administrasi, penelitian, dan publikasi di masa mendatang agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkasnya.

Artikel terkait lainnya