DEMOCRAZY.ID – Peneliti SMRC Muchlis A Rofiq menyoroti munculnya buku Islam ala Prabowo yang mengulas sisi keislaman Presiden Prabowo Subianto.
Muchlis mempertanyakan keterlibatan sejumlah tokoh yang memiliki latar belakang Muhammadiyah dalam penulisan buku tersebut, Senin (7/9/2026).
Melalui akun media sosialnya, Muchlis menulis, “Islam ala Prabowo. Yang nulis ada Muhajir. Ada Mu’ti. Ada Dahnil. Semua tokoh-tokoh Muhammadiyah.”
Ia kemudian melontarkan kritik tajam dengan kalimat, “Nafsu kuasa menutup akal sehat.”
PELUNCURAN BUKU ISLAM ALA PRABOWO ??😷😷😷🤣
SURAT AL IKHLAS KIRA2 PRABOWO HAFAL GAK YA pic.twitter.com/ZV9DaQCrjT
— 🇮🇩𝗠𝗔𝗬𝗔 𝗩𝗔𝗟𝗘𝗡🇮🇩 (@MayaA62580468) September 7, 2026
Buku Islam ala Prabowo sendiri diluncurkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) pada Agustus 2025.
Buku tersebut mengangkat kiprah dan praktik keislaman Prabowo dari berbagai sisi.
Peluncurannya antara lain diinisiasi Ketua MPR Ahmad Muzani dan Ketua MUI KH Anwar Iskandar.
Sorotan Muchlis terutama menarik perhatian karena sejumlah nama yang dikaitkan dengan buku tersebut memang memiliki hubungan kuat dengan Muhammadiyah.
Dari judulnya aku sempat mengira isinya akan membedah bagaimana corak pemikiran atau prinsip keislaman yang dianut Prabowo.
Jadi aku rangkum dengan teknik baca cepat dari kata pengantarnya kemudian daftar isi, pilih tema yang sesuai dan baca ringkasan buku di cover belakang.… pic.twitter.com/mSpJhx9xbd
— Catholic 𐕣 (@myshawti) September 5, 2026
Muhajir Effendy, misalnya, merupakan tokoh Muhammadiyah yang pernah dipercaya menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan serta Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan pada pemerintahan sebelumnya.
Ia juga tercatat sebagai bagian dari jajaran pejabat Kabinet Prabowo pada periode 2024–2029.
Sementara Abdul Mu’ti merupakan Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2022–2027. Dalam pemerintahan Presiden Prabowo, Mu’ti dipercaya menjabat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.
Nama Dahnil Anzar Simanjuntak juga memiliki rekam jejak panjang di Muhammadiyah.
Islam Ala Prabowo itu sudah terbit setahun lalu. Sudah pernah menjadi bulan-bulanan netizen juga. Namun viral kembali selama tiga hari terakhir.
Ini bukti bahwa diseminasi media sosial tidak merata. Sama tidak meratanya informasi bahwa setiap presiden, minimal di bawah ini,… pic.twitter.com/hVy2poa5st
— Rumail Abbas (@Stakof) September 7, 2026
Dahnil pernah menjabat Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah periode 2014–2018.
Dalam pemerintahan Prabowo, ia kemudian dipercaya menduduki posisi di bidang penyelenggaraan haji dan umrah.
Kedekatan sejumlah tokoh Muhammadiyah dengan pemerintahan Prabowo sebenarnya bukan fenomena baru.
Pada 2018, ketika Dahnil menjadi Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, ia bergabung sebagai koordinator juru bicara tim pemenangan Prabowo-Sandiaga.
Saat itu, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa Pemuda Muhammadiyah mempunyai kemandirian dalam menentukan sikap politik.
Islam Ala Siapa? Kebohongan di Balik Buku ‘Islam ala Prabowo’ pic.twitter.com/LK2Y382ks8
— Mohamad Guntur Romli (@GunRomli) September 7, 2026
Di sisi lain, keberadaan buku tersebut tidak serta-merta berarti seluruh Muhammadiyah memiliki satu sikap politik yang sama terhadap Prabowo.
Organisasi Muhammadiyah merupakan organisasi masyarakat keagamaan yang memiliki struktur dan kader dengan pilihan politik yang beragam.
Pemerintah sendiri dalam sejumlah kesempatan memang aktif membangun komunikasi dengan tokoh dan organisasi Islam.
Pada Maret 2026, misalnya, Prabowo menggelar silaturahmi dengan ulama dan tokoh organisasi kemasyarakatan Islam untuk membahas sejumlah isu strategis, termasuk diplomasi Indonesia terkait perdamaian di Timur Tengah.
Karena itu, pernyataan Muchlis lebih tepat dibaca sebagai kritik politik terhadap keterlibatan sejumlah tokoh Muhammadiyah dalam narasi keislaman Prabowo, bukan sebagai bukti bahwa Muhammadiyah secara kelembagaan telah menjadi bagian dari politik kekuasaan.
Buku Islam ala Prabowo Jadi Sorotan, Bahas Sisi Keagamaan hingga Kepemimpinan Presiden. pic.twitter.com/OVfglZ34sC
— Eni (@Enimarf) September 6, 2026