DEMOCRAZY.ID – Wakil Menteri (Wamen) Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, tengah menjadi sorotan tajam publik di media sosial.
Hal ini dipicu oleh gaya komunikasinya yang dinilai reaktif dan antikritik saat merespons pertanyaan warganet (netizen) mengenai kelengkapan surat dan pajak motor Vespa klasik miliknya.
Alih-alih memberikan penjelasan yang meredam suasana, Dahnil merespons rentetan pertanyaan netizen dengan ancaman pelaporan ke aparat.
Sikap defensif dari pejabat negara ini langsung memicu gelombang kritik dari masyarakat yang menilai respons tersebut tidak etis di iklim demokrasi.
Kritik tajam salah satunya datang dari pegiat media sosial dengan akun @dayatpiliang.
Ia menyayangkan cara komunikasi petinggi kementerian tersebut yang justru menantang dan memarahi rakyatnya sendiri saat ditegur.
“Barangkali Wakil Menteri Haji dan Umrah @Dahnilanzar bisa belajar dari Wali Kota New York saat dikritik… Bukan malah marah-marah terus mau laporin rakyat. Bagaimana ini cara komunikasi pejabat-pejabat kita?” cuit Dayat Piliang.
Dayat menambahkan, sebagai pejabat publik, Dahnil seharusnya bisa lebih mengontrol emosi dan memberikan respons yang baik, mengingat suara bising dari rakyat adalah hal yang wajar dalam negara demokrasi.
Senada dengan hal tersebut, akun @Stakof juga menyoroti sikap Dahnil yang dinilai tidak mencerminkan jabatannya di Kementerian Haji dan Umrah.
“Orang yang udah haji seharusnya makin humble. Eh, @Dahnilanzar jadi menteri haji malah ngancam rakyat dengan lapor polisi. Kocak lu,” tulisnya.
Kronologi Drama 4 Babak
Babak I:
Berawal dari unggahan mas Kiswinar di threads yang mengomentari foto Pak Dahnil perihal vespanya. Mas Kiswinar berkomentar “…vespanya aja bodong”.Babak II
Pak Dahnil menyangkal hal tersebut dengan menyatakan bahwa itu fitnah dan akan… pic.twitter.com/QVfQgSF57CBaca Juga— SobatMiskinTV (@MiskinTV_) August 22, 2026
Barangkali Wakil Menteri Haji dan Umrah @Dahnilanzar bisa belajar dari Wali Kota New York saat dikritik tidak menggunakan helm ketika menggunakan sepeda di jalanan kota.
Bukan malah marah-marah terus mau laporin rakyat.
Bagaimana ini cara komunikasi pejabat-pejabat kita?…
— Dayat Piliang (;) (@dayatpiliang) August 23, 2026
Orang yang udah haji seharusnya makin humble. Eh, @Dahnilanzar jadi menteri haji malah ngancam rakyat dengan lapor polisi.
Baca JugaKocak lu, @Dahnilanzar. Gak mabrur haji lu. https://t.co/sV0ZprOyMa
— Rumail Abbas (@Stakof) August 24, 2026
Sebelumnya, ketegangan di dunia maya ini bermula ketika netizen mempersoalkan apakah motor jadul yang kerap dipamerkan Dahnil taat administrasi.
Menjawab rasa penasaran tersebut, Dahnil memastikan bahwa Vespa klasiknya memiliki surat-surat yang sah dan pajaknya hidup.
Meski demikian, klarifikasi tersebut dibarengi dengan peringatan keras kepada pihak-pihak yang ia anggap telah menyebarkan fitnah terkait kendaraannya.
Ia bahkan membuka pintu kantornya bagi siapa saja yang berani bertanggung jawab atas tuduhan tersebut.
“Terdata lah lengkap surat-surat dan pajak meski motor jadul. Berani bertanggung jawab enggak nih kalau orang yang menebar hoaks dan fitnah begitu? Benci jangan gitu-gitu amat lah,” tegas Dahnil.
“Lho kok gertak. Pintu kantor saya terbuka. Ketemu saya juga mudah. Bertanggung jawab ya ikut fitnah-fitnah ini. Berani menuduh dan ikut menebar fitnah berani bertanggung jawab,” pungkasnya merespons desakan netizen.