Pengakuan Mengejutkan Anies Baswedan Soal Alasan Pasti Dirinya ‘Dicopot’ Jokowi

DEMOCRAZY.ID — Tabir di balik peristiwa reshuffle kabinet yang terjadi pada tahun 2016 akhirnya tersingkap.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan, membagikan kesaksian mengenai proses pembebasantugasnya yang berlangsung dengan prosedur yang tak biasa, namun tetap ia jalani dengan sikap ksatria.

Instruksi Rahasia dan Akses Pintu Belakang

Dalam perbincangan di kanal YouTube NOTASLIMBOY TV yang tayang pada 12 Agustus 2026, Anies menceritakan detik-detik menjelang pemberhentiannya.

Sehari sebelum pengumuman resmi, ia menerima panggilan mendadak dari ajudan Presiden Joko Widodo pada sore hari, dengan instruksi untuk segera menghadap ke Istana pada malam harinya.

Guna menghindari deteksi media yang tengah bersiaga, Anies diarahkan melewati rute khusus yang jarang diakses untuk kegiatan kenegaraan rutin.

“Karena itulah media tidak ada yang tahu. Saya tidak jalan lewat Jalan Veteran yang belakang lewat Sekneg, tapi masuknya lewat Merdeka Utara yang ada kolam air mancur bundar,” ungkap Anies.

Setibanya di Istana, ia disambut oleh Pratikno dan Pramono Anung, yang kemudian menyampaikan amanat Presiden mengenai pergantian posisinya di kabinet.

Profesionalisme di Tengah Ketidakpastian

Meski pemanggilan tersebut bersifat mendadak, Anies mengaku telah melakukan antisipasi matang.

Di tengah kencangnya isu perombakan kabinet saat itu, ia memilih untuk menyiapkan segala administrasi dengan rapi.

Saat berhadapan langsung dengan Presiden, ia tidak menunjukkan gestur terkejut, melainkan langsung menyerahkan dokumen laporan komprehensif mengenai seluruh kegiatan kementerian selama masa jabatannya.

Anies bahkan telah menyusun catatan-catatan krusial terkait agenda strategis yang perlu dilanjutkan oleh suksesornya.

Baginya, transisi kekuasaan harus tetap berjalan secara elegan dan tertib, terlepas dari keputusan politik yang diambil oleh pimpinan.

Filosofi Senopati dan Rasa Lega

Terkait dengan pertanyaan mengenai apakah dirinya sempat mengajukan aspirasi jabatan lain setelah dicopot, Anies dengan tegas membantahnya.

Ia mengibaratkan posisinya sebagai seorang pejabat pemerintahan layaknya seorang “senopati” di medan laga yang sepenuhnya tunduk pada komando pimpinan.

“Saya berpandangan, saya ini ibarat senopati. Kalau pimpinan mengatakan Anda ditarik ke belakang, ya sudah kita jalani,” tegasnya.

Hingga saat ini, Anies mengakui bahwa dirinya tidak pernah mengetahui alasan spesifik di balik pencopotannya setelah 1,5 tahun mengabdi sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Namun, alih-alih larut dalam kekecewaan atau mempertanyakan keputusan tersebut, ia justru mengenang momen itu dengan perasaan lega.

Baginya, menjalankan amanah publik adalah pengabdian yang memiliki awal dan akhir, dan ia memilih untuk menyudahi bab tersebut dengan integritas yang tetap terjaga.

Artikel terkait lainnya