DEMOCRAZY.ID – Nama pengacara Firdaus Oiwobo kembali menjadi perhatian setelah menyampaikan sikapnya terkait Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Firdaus menegaskan dirinya tetap akan memberikan pembelaan terhadap Jokowi dan Gibran di tengah berbagai persoalan serta perdebatan politik yang berkembang di ruang publik.
Ia mengaku tidak mempermasalahkan apabila sikap tersebut nantinya membawa konsekuensi hukum terhadap dirinya.
“Masuk penjara pun saya sudah siap,” tegas Firdaus, dikutip Senin, 14 September 2026.
“Apa pun yang terjadi, mau saya masuk penjara, mau apa, bodo amat,” lanjutnya.
Dalam pernyataannya, Firdaus juga mengungkapkan bahwa sikap yang diambilnya telah mendapat restu dari mendiang ibunya.
Ia menyatakan siap menghadapi berbagai konsekuensi dari pilihannya, termasuk apabila harus berhadapan dengan proses hukum.
Firdaus bahkan mengaku telah menyiapkan sejumlah pengacara dan organisasi bantuan hukum untuk menghadapi persoalan yang kemungkinan muncul di kemudian hari.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Firdaus menyadari sikap politik yang diambilnya dapat menimbulkan risiko.
Ia mengatakan tidak akan mundur meski konsekuensi terburuk yang dihadapi adalah hukuman penjara.
Meski demikian, pernyataan Firdaus tersebut perlu ditempatkan sebagai sikap dan klaim pribadi.
Tidak ada keterangan dalam pernyataan tersebut yang menunjukkan bahwa Jokowi, Gibran, maupun PSI secara resmi memberikan mandat kepada Firdaus untuk menjadi kuasa hukum atau melakukan pembelaan atas nama mereka.
Karena itu, sikap Firdaus tidak serta-merta dapat dimaknai sebagai sikap resmi Jokowi, Gibran, ataupun PSI.
Di tengah berbagai isu politik yang melibatkan nama Jokowi, Gibran, dan PSI, pernyataan para pihak tetap perlu dibaca secara proporsional.
Informasi yang beredar di ruang publik juga penting diverifikasi melalui sumber yang kredibel agar tidak menimbulkan kesimpulan yang keliru.
Firdaus sendiri menutup pernyataannya dengan menegaskan kembali dukungannya terhadap Jokowi.
“Pokoknya Jokowi is the best,” tandasnya.