DEMOCRAZY.ID – Pengamat politik Rocky Gerung kembali mendapat sorotan dari kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedy Nur Palakka.
Kali ini, Dedy menyindir Rocky yang dinilai mulai menghadapi serangan dari sejumlah pihak yang sebelumnya pernah mendukung atau memujinya.
Dedy menyebut situasi yang dialami Rocky tersebut sebagai bagian dari dinamika politik.
Ia kemudian menyarankan Rocky mempelajari cara Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menghadapi berbagai tuduhan dan serangan dari pihak yang berseberangan.
“Akhirnya RG bisa juga menikmati serangan mondar-mandir dari para mantan pemujanya,” ujar Dedy, Senin (14/9/2026).
Dedy kemudian menyarankan Rocky belajar dari Gibran dalam menghadapi kritik maupun serangan verbal.
Menurut dia, Gibran selama ini juga menghadapi berbagai tudingan dari pihak yang berseberangan secara politik.
“Saya sarankan RG perlu belajar sama Gibran Rakabuming Raka bagaimana menjawab tuduhan, makian, dan cacian dari para mantan,” sindirnya.
Dedy menutup pernyataannya dengan pesan singkat kepada Rocky agar mampu menghadapi situasi tersebut.
“Semoga RG bisa bertahan,” tandasnya.
Dian menyebut persoalan tersebut lebih berkaitan dengan sikap pribadi Rocky terhadap Jokowi.
“Bukan tersandera tapi memang tidak suka Pak Jokowi saja,” ujar Dian, Minggu (13/9/2026).
Dian kemudian mengaitkan sikap Rocky dengan pandangannya terhadap sosok Jokowi.
Menurutnya, Rocky memandang Jokowi bukan sebagai bagian dari kalangan “ningrat politik”.
“Karena dianggapnya bukan ‘Ningrat Politik’. Rakyat biasa dia anggap tidak pantas memimpin Indonesia,” tegasnya.
Dian juga menyinggung sikap Jokowi yang selama ini dinilai tidak banyak menanggapi berbagai kritik yang ditujukan kepadanya.
Menurut Dian, keputusan Jokowi untuk tidak memberikan respons dapat dimaknai bahwa isu tersebut tidak dianggap penting.
“Kembali ke pasal 1, selama Pak Jokowi tidak menanggapi, itu artinya tidak penting!” tandasnya.