GEMPAR! Dokter Tifa Bongkar Sosok Peneliti Yang Diancam ‘Potong Leher’ Usai Nekat Kuliti Borok Jokowi

DEMOCRAZY.ID – Jagat media sosial kembali diguncang oleh pernyataan kontroversial dari dr. Tifauzia Tyassuma, atau yang lebih akrab disapa Dokter Tifa.

Melalui akun X (Twitter) pribadinya, Dokter Tifa melempar isu panas terkait ancaman pembunuhan yang menimpa seorang peneliti bernama Bonatua Silalahi.

Ancaman bengis tersebut diduga mencuat setelah Bonatua melakukan kajian mendalam dan mengeluarkan kesimpulan yang sangat berani mengenai keaslian ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).

“Giliran Bonatua Silalahi sebagai Peneliti berikutnya yang bahkan simpulannya lebih sadis dari saya dan mas Roy Suryo, yaitu IJAZAH JOKOWI TIDAK ADA!” tulis Dokter Tifa dalam unggahannya yang langsung memicu reaksi berantai dari netizen.

Diancam Tebas Leher, Hasil Kajian Malah Dibukukan

Dokter Tifa membeberkan bahwa intimidasi yang diterima oleh Bonatua tidak main-main.

Sang peneliti diklaim mendapat ancaman fisik yang sangat ekstrem berupa ancaman pemotongan leher.

Namun, alih-alih mundur karena ketakutan, nyali para peneliti ini justru dinilai semakin berlipat ganda.

Bukannya menyembunyikan hasil risetnya, Bonatua Silalahi justru dikabarkan membukukan seluruh hasil temuannya tersebut agar bisa diakses oleh publik secara luas.

Langkah berani ini, menurut Dokter Tifa, serupa dengan apa yang ia lakukan bersama pakar telematika Roy Suryo.

πŸ‘‡πŸ‘‡

Seperti diketahui, Dokter Tifa dan Roy Suryo sebelumnya juga menerbitkan buku bertajuk Jokowi’s White Paper di tengah berbagai tekanan dan ancaman yang mereka terima.

Menimbulkan Pertanyaan Besar di Benak Publik

Melalui narasi tersebut, Dokter Tifa melemparkan sebuah pertanyaan retoris yang langsung menukik ke inti persoalan.

Ia mempertanyakan urgensi dari ancaman-ancaman brutal tersebut jika memang tudingan yang mereka layangkan tidak benar.

“Jika ijazah Jokowi asli, ngapain sampai ada pihak yang perlu mengancam bakal tebas leher Bonatua? Kan aneh,” cetus Dokter Tifa.

Sikap abai dan ketakutan yang coba ditanamkan oleh pihak-pihak tak dikenal ini justru dinilai menjadi bumerang, karena malah membuat publik semakin penasaran dan bertanya-tanya tentang kebenaran di balik polemik yang tak kunjung usai ini.

Sumber: Akurat

Artikel terkait lainnya