Konspirasi Gelap Elit Politik AS: Upaya Pembunuhan Melania Trump Saat Berbelanja Yang Gegerkan Publik Global!

DEMOCRAZY.ID – Satu video yang dirilis di Iran mengungkap secara eksplisit rencana plot pembunuhan terhadap Ibu Negara Amerika Serikat, Melania Trump, yang hendak dilakukan oleh “orang dalam” negeri Pakde Sam sendiri.

Dikutip dari Daily Star, Selasa (28/7/2026), video tersebut mengungkap kelemahan-kelemahan penjagaan agen rahasia (Secret Service) yang bisa dieksploitasi bagi pihak yang ingin melakukan pembunuhan istri Donald Trump.

Tak hanya itu, video tersebut juga mengungkap nama sandi rahasia untuk Donald serta Melania Trump.

“Kelemahan utama Melania adalah kecintaannya terhadap mode dan kebiasaannya berbelanja,” demikian narasi dalam video tersebut.

Video ini pertama kali diangkat ke media Barat oleh Kantor Berita Iran, Tasnim.

Di dalamnya, seorang narator memberikan penjelasan tentang sumber-sumber yang mengungkap kelemahan penjagaan Melania.

“Dokumen-dokumen yang digunakan dalam video ini, adalah hasil ekstraksi informasi dari beberapa jaringan keamanan anonim dan citra satelit,” ungkap narator tersebut.

Lebih jauh lagi, seperti dikutip dari US Express, terdapat plot dari kelompok ‘pejuang kemerdekaan’ untuk menggunakan racun guna menghabisi Melania.

Tak hanya itu, narator video itu menjelaskan rencana kelompok ‘pejuang kemerdekaan’ yang hendak memakai racun untuk membunuh Melania.

“Ada plot meracuni busana di rak-rak toko favorit Melania. Mereka hendak memakai zat sarat VX yang tak berbau dan tidak ada rasanya. Bila zat ini masuk melalui kulit, korban bisa mati dalam 2 sampai 18 jam,” jelas video tersebut.

Video tersebut juga menyoroti tempat-tempat dan toko-toko spesifik di mana Melania biasa berbelanja.

Bahkan, dalam video itu diungkapkan terdapat sejumlah tim penata gaya pribadi Melania yang sudah mau mengkhianati majikannya guna memuluskan rencana pembunuhan tersebut.

Eskalasi di Selat Hormuz dan Jalur Diplomasi

Ancaman terhadap keluarga Trump ini muncul di tengah konflik yang terus membara antara AS dan Iran.

Mike Waltz, Duta Besar AS untuk PBB, menyatakan kepada Fox News bahwa Presiden Donald Trump saat ini sedang “memberikan ruang terhadap diplomasi”.

Hal ini mengindikasikan adanya upaya diplomasi di balik layar meskipun retorika di publik tetap memanas.

“Kami telah melibatkan Oman dan Iran, serta sejumlah negosiator kami lainnya, di setiap tingkatan, dari tingkat senior hingga tingkat teknis selama beberapa minggu terakhir, dan khususnya dalam beberapa hari terakhir,” ujar Waltz.

Waltz juga membantah spekulasi bahwa stok pencegat rudal AS, yang sangat krusial untuk mempertahankan diri dari serangan Iran, mulai menipis.

Meski demikian, para pakar keamanan internasional mulai mempertanyakan berapa lama lagi AS dan Iran mampu mempertahankan intensitas serangan dan biaya pertahanan yang sangat tinggi ini.

Artikel terkait lainnya