Dunia Internasional Sorot Demo 27 Agustus! Media Singapura Ungkap Perjuangan Berat Prabowo Pulihkan Krisis Kepercayaan Publik

DEMOCRAZY.ID – Media Singapura memberitakan soal demo 27 Agustus di Jakarta yang berakhir rusuh pada malam harinya. CNA menggambarkan demo itu menjadi ujian besar untuk Presiden Prabowo Subianto.

Menurut media itu, Prabowo saat ini tengah memulihkan kepercayaan publik, dunia usaha dan investor.

“Aksi protes itu terjadi pada saat yang sulit bagi Prabowo, seorang jenderal purnawirawan yang terpilih pada tahun 2024 dengan mayoritas suara yang besar tetapi sedang berjuang untuk memulihkan kepercayaan publik, dunia usaha, dan investor yang cemas atas dampak ekonomi dari program-program populisnya yang ambisius,” tulis CNA dalam narasi beritanya nya yang berjudul “Transportasi terganggu di ibu kota Indonesia setelah kerusuhan menyusul aksi protes.”

Dalam beritanya, CNA menggambarkan kondisi sangat menyeramkan.

Mulai dari gangguan transportsi hingga pelampiasan pendemo ke pemerintah.

“Demonstrasi oleh berbagai kelompok dimulai pada Kamis pagi di dekat gedung parlemen di tengah pengamanan ketat, bertepatan dengan peringatan protes anti-pemerintah yang menewaskan banyak orang tahun lalu , yang berlangsung selama dua minggu dan menjadi ujian awal bagi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.”

“Ribuan polisi dikerahkan di Jakarta menjelang demonstrasi Kamis, di mana para demonstran melampiaskan kekecewaan mereka terhadap berbagai kebijakan pemerintah dan menuntut hukuman yang lebih berat bagi pejabat korup,” tulis CNA.

Polda Metro Jaya menangkap 322 orang terkait kerusuhan di sejumlah titik Jakarta pasacademonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI, pada Kamis (27/8/2026) malam.

Dari jumlah tersebut, 160 orang merupakan anak-anak.

“Hasil pendataan 322 orang diamankan untuk jalani pemeriksaan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (28/8/2026).

Berdasarkan data sementara, sebanyak 162 orang yang diamankan merupakan kelompok dewasa berusia 18 hingga 40 tahun.

Sementara 160 lainnya masuk kategori anak dengan rentang usia 12 hingga 19 tahun.

“Kelompok usia sebanyak 162 dewasa dengan usia 18 sampai 40 tahun. Dan 160 anak 12-19 tahun,” ujar Budi.

Budi mengatakan, hingga Jumat sore ini, seluruh orang yang diamankan masih menjalani pemeriksaan dan belum ada yang dipulangkan.

Polisi masih mendalami peran mereka berdasarkan fakta dan alat bukti yang ditemukan.

Dalam penanganan kerusuhan tersebut, polisi juga menyita sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aksi kekerasan.

Barang-barang itu meliputi golok, gunting, pisau, ketapel, mata panah, bambau, hingga rantai besi.

Penyidik masih mendalami keterkaitan barang-barang tersebut dengan kerusuhan yang terjadi di sejumlah titik sekitar kawasan Gedung DPR/MPR RI.

Artikel terkait lainnya