Di Tengah Bobroknya Pemerintahan Prabowo, Ceramah KH Zainuddin MZ Kembali Viral: Capek Punya Pemimpin Gak Nyambung!

DEMOCRAZY.ID – Potongan ceramah almarhum KH Zainuddin MZ kembali ramai diperbincangkan di tengah merosotnya kepercayaan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Terdapat banyak masalah yang dianggap tidak mampu diselesaikan Prabowo sebagai Presiden.

Mulai dari dugaan ijazah palsu Jokowi, penanganan bencana, hingga terbaru kelangkaan BBM.

Beberapa pendukung Prabowo pada Pilpres 2024 kemarin yang ditemui fajar.co.id di beberapa SPBU pun mengaku menyesali pilihannya.

Jika mengetahui Prabowo akan anti kritik dan buta terhadap kondisi yang betul-betul dirasakan masyarakat, mereka lebih memilih Anies Baswedan atau Ganjar Pranowo.

Sementara itu, ceramah KH Zainuddin kembali beredar di media sosial dan dianggap nyambung dengan situasi politik saat ini.

Terutama terkait kritik terhadap pemimpin yang dianggap tidak mampu memahami persoalan serta keresahan masyarakat.

Dalam ceramahnya, KH Zainuddin menyinggung kondisi ketika seorang pemimpin dianggap tidak memiliki keterhubungan dengan rakyat yang dipimpinnya.

Pemimpin Tidak Nyambung dengan Rakyat

KH Zainuddin menggambarkan situasi tersebut sebagai kondisi yang melelahkan bagi masyarakat.

Menurutnya, rakyat akan merasa terbebani apabila memiliki pemimpin yang tidak mampu memahami keadaan mereka.

“Capek kalau pemimpin gak nyambung sama rakyat. Capek yang jadi rakyat,” ujar KH Zainuddin, Minggu (13/9/2026).

Ia kemudian mengutip sebuah ungkapan dari orang-orang terdahulu untuk menggambarkan bagaimana sia-sianya menyampaikan sesuatu kepada orang yang tidak mampu menangkap pesan tersebut.

“Kata orang tua kita dulu, jangan tersenyum kepada orang buta, berbisik kepada orang tuli,” tukasnya.

Kritik kepada Pemimpin yang Tidak Peka

Dijelaskan KH Zainuddin, memberikan senyuman kepada orang yang tidak dapat melihat bukan berarti memiliki niat buruk.

Hanya saja, tindakan tersebut menjadi tidak bermakna apabila Ha yang dituju memang tidak mampu melihatnya.

Ia menggunakan perumpamaan tersebut untuk menjelaskan persoalan komunikasi antara pemimpin dan masyarakat.

“Orang buta diajak senyum. Bagus maksudnya. Tapi kan rada mubazir. Orang dia gak paham,” tukasnya.

Dari perumpamaan tersebut, ia kemudian menarik persoalan yang lebih luas mengenai hubungan antara pemimpin dan rakyat.

“Ini namanya kagak nyambung sama rakyat. Capek dong punya pemimpin gak nyambung sama rakyat,” tegasnya.

KH Zainuddin: Jangan Bicara yang Jauh dari Rakyat

Dalam ceramahnya, KH Zainuddin juga memberikan ilustrasi ketika seorang pemimpin atau pejabat menyampaikan persoalan yang terlalu jauh dari kebutuhan masyarakat sehari-hari.

Ia menggambarkan bagaimana pidato mengenai isu politik internasional bisa saja tidak mendapat perhatian apabila disampaikan kepada masyarakat yang sedang menghadapi persoalan berbeda.

“Saya pidato di depan nenek-nenek, nenek-nenek sekalian sekarang ini kebijakan politik luar negeri Amerika terhadap Irak, lain dengan jamannya George Bush,” terangnya.

Lanjut dia, persoalan tersebut justru bisa terasa tidak relevan bagi masyarakat yang tidak sedang memikirkan isu politik luar negeri.

“Ini kata nenek-nenek urusan apa gue sama Irak. Sok tinggi cuman kagak nyambung,” imbuhnya.

Pemimpin Jangan Berada di Menara Gading

KH Zainuddin juga mengingatkan bahwa masyarakat tidak membutuhkan pemimpin yang hanya berbicara menggunakan retorika tanpa memahami persoalan nyata yang dihadapi rakyat.

Ia menyebut pemimpin semestinya tidak berada jauh dari kehidupan masyarakat.

“Kita gak perlu pemimpin menara gading, jalan di awang-awang cuma pakai retorika akan, mulu akan,” ucapnya.

Ceramah KH Zainuddin juga diarahkan pada penggunaan kata-kata yang menjanjikan sesuatu pada masa mendatang, tetapi tidak memberikan kepastian mengenai penyelesaian persoalan yang sedang dihadapi.

Ia menggambarkan bagaimana rakyat pada akhirnya bisa merasa jenuh jika terus-menerus mendengar janji pemerintah mengenai apa yang akan dilakukan.

“Rakyat jangan khawatir pemerintah akan… Rakyat tidak perlu takut, sebab pemerintah akan… Udah dah pokoknya akan, capek,” tandasnya.

[VIDEO]

Artikel terkait lainnya