Dedi Mulyadi Berlabuh ke PSI, Santer Diisukan Bakal Berpasangan dengan Gibran pada Pilpres 2029

DEMOCRAZY.ID — Dinamika peta politik menuju Pemilihan Presiden 2029 mulai memunculkan spekulasi mengenai manuver sejumlah tokoh nasional.

Analisis terbaru menyoroti potensi perpindahan partai politik yang dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, sebagai langkah strategis dalam menata posisi jelang kontestasi lima tahunan tersebut.

Spekulasi Manuver Politik Dedi Mulyadi

Jurnalis senior Hersubeno Arief menilai bahwa perpindahan Dedi Mulyadi dari Partai Gerindra ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bukanlah sebuah kemustahilan.

Hal ini didasari oleh dinamika elektabilitas Dedi yang disebut-sebut cukup kompetitif, bahkan dalam beberapa pengamatan dianggap melampaui posisi Presiden Prabowo Subianto, sehingga menciptakan situasi yang kurang nyaman bagi sang Gubernur di internal partai saat ini.

“Enggak mungkinlah ya kalau terus-menerus seperti itu. Tetapi tidak mungkin pula ini Dedi Mulyadi diam begitu saja memanfaatkan kesempatan. Kita masih ingat ya ketika dia sebelumnya lompat dari Partai Golkar, kemudian dia lompat ke Partai Gerindra,” jelas Hersubeno dalam analisisnya.

Ia menyoroti bahwa pola “lompat partai” yang pernah dilakukan Dedi di masa lalu memiliki peluang besar untuk kembali terulang, terutama jika terdapat tawaran strategis dari PSI.

Dengan ambisi PSI untuk tumbuh menjadi partai papan atas, spekulasi mengenai pembentukan poros baru semakin menguat.

Skenario Dedi Mulyadi–Gibran Rakabuming Raka

Analisis Hersubeno melangkah lebih jauh dengan memetakan kemungkinan skenario pasangan calon presiden dan wakil presiden pada Pilpres 2029 mendatang.

Menurutnya, duet antara Dedi Mulyadi dengan Gibran Rakabuming Raka menjadi salah satu skenario yang sangat terbuka lebar.

“Kalau kemudian ini win-win, jadi antara Dedi Mulyadi dengan Gibran ya skenarionya, kemudian Dedi Mulyadi dipasangkan dengan Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres tahun 2029. Jadi Gibran masih tetap ada sirkulasi kekuasaan,” tandasnya.

Ambisi Besar PSI di Pemilu 2029

Pandangan tersebut sejalan dengan sinyal yang disampaikan oleh Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).

Dalam kesempatan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PSI Kota Kupang pada Sabtu (1/8/2026), Jokowi secara eksplisit menegaskan bahwa fokus partai tersebut ke depan bukan sekadar meloloskan kader ke parlemen, melainkan mengincar kemenangan mutlak pada Pemilu 2029.

“Sekali lagi saya sampaikan, target kita bukan hanya target masuk Senayan. Bukan itu. Target kita adalah kemenangan di 2029,” ujar Jokowi di hadapan ribuan kader di Hotel Harper, Kota Kupang.

Meskipun Jokowi tidak merinci secara detail mengenai strategi atau “target besar” yang ia maksud, pernyataan tersebut memberikan penegasan bahwa PSI sedang menyiapkan langkah-langkah signifikan untuk menjadi kekuatan politik utama di masa depan.

Kombinasi antara ambisi partai dan pergerakan tokoh-tokoh potensial seperti Dedi Mulyadi kini menjadi variabel penting yang akan terus diawasi oleh publik dalam sirkulasi kekuasaan ke depan.

Artikel terkait lainnya