DEMOCRAZY.ID – Keputusan pengacara kondang Hotman Paris Hutapea merapat ke lingkaran hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah berbuntut panjang.
Kantor hukum Hotman Paris & Partners yang berlokasi di kawasan Ruko Kensington, Kelapa Gading, Jakarta Utara, digeruduk oleh gelombang massa aksi pada Senin siang (20/7/2026).
Kelompok yang mengatasnamakan diri sebagai Aktivis Connection datang dengan kekuatan penuh, mengerahkan satu unit mobil komando, enam armada mikrolet, serta membentangkan berbagai bendera dan spanduk protes berukuran besar.
Dari atas mobil komando, orator aksi melontarkan kecaman keras menuntut Hotman Paris agar segera memberikan klarifikasi terbuka.
Kemarahan massa tidak hanya dipicu oleh keputusannya membela tersangka kasus dugaan korupsi, tetapi juga akibat rekam jejak ucapannya yang dinilai telah melecehkan marwah profesi wartawan.
“Hotman Paris harus menyampaikan klarifikasi di depan publik. Kemarin juga dia sempat menghina salah satu profesi, jurnalistik, menghina wartawan,” teriak sang orator, dikutip Selasa (21/7/2026).
Selain menyoroti polemik penghinaan terhadap insan pers, massa aksi juga mengecam gaya komunikasi sang pengacara bergaya selebritas yang kerap memamerkan harta kekayaan di ruang publik dalam menangani sebuah perkara hukum.
Berbagai spanduk yang dibentangkan di depan kantor hukum tersebut memuat pesan-pesan menohok yang mempertanyakan integritas penegakan hukum:
Massa menegaskan bahwa kalangan advokat seharusnya berdiri di garis depan memperjuangkan keadilan substantif dan pemberantasan korupsi, alih-alih menjadi perisai pelindung bagi pihak-pihak yang diduga merampok uang negara.
Dikonfirmasi terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto membenarkan adanya aksi unjuk rasa di depan kantor hukum Hotman Paris tersebut.
Ia memastikan bahwa jalannya demonstrasi berlangsung dalam situasi yang terkendali dan tertib berkat pengamanan ketat aparat kepolisian.
“Benar, ada aksi di depan kantor tersebut. Untuk pengamanan ada 17 personel Polsek Kelapa Gading,” ujarnya singkat.
Demonstrasi ini menjadi gelombang tekanan publik kesekian kalinya yang menghantam kubu pembela Febrie Adriansyah, menyusul polemik pernyataan Hotman yang sebelumnya sempat melayangkan permohonan maaf terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto, Kapolri, hingga Jaksa Agung demi meredam panasnya suhu politik dan hukum nasional.
👇👇
Lihat di Threads