DEMOCRAZY.ID – Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, blak-blakan mengenai kondisi ekonomi dan arah kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Anies menilai situasi Indonesia saat ini sedang tidak baik-baik saja.
Ia menyoroti pelemahan rupiah, kenaikan harga kebutuhan, menyempitnya lapangan kerja hingga merosotnya daya beli masyarakat.
Kata dia, berbagai persoalan tersebut semakin mengkhawatirkan karena tekanan ekonomi global dan ancaman cuaca ekstrem berpotensi memperberat kondisi masyarakat dalam waktu mendatang.
“Saya mengikuti dengan seksama apa yang sedang terjadi di negeri ini dan terus terang kondisinya tidak baik-baik saja,” ujar Anies Minggu (1/11/2026).
Anies menuturkan sejumlah persoalan ekonomi yang menurutnya telah berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.
Ia menyebut rupiah mengalami pelemahan hingga menyentuh titik terendah sepanjang sejarah.
Kondisi tersebut berjalan beriringan dengan kenaikan harga barang, menyusutnya kesempatan kerja, melemahnya daya beli rumah tangga, serta terkikisnya tabungan masyarakat.
Anies mengingatkan, tantangan ke depan juga tidak ringan.
Situasi geopolitik global yang memanas, konflik di Timur Tengah, hingga ancaman El Nino ekstrem menjadi faktor yang berpotensi menambah tekanan.
“Geopolitik yang memanas, konflik membayang di Timur Tengah, dan para ilmuwan mengingatkan El Nino terkuat dalam sejarah pengamatan, itu sudah di depan mata,” tukasnya.
Lanjut Anies, berbagai tantangan tersebut datang secara bersamaan sehingga membutuhkan kesiapan dan keseriusan pemerintah dalam mengantisipasinya.
Di tengah situasi tersebut, Anies menilai pemerintah seharusnya memberikan kepastian melalui transparansi, kejujuran, dan arah kebijakan yang konsisten.
Ia menegaskan, masyarakat tidak membutuhkan ketenangan semu yang hanya menutupi persoalan sebenarnya.
“Satu ujian saja berat, saat ini beberapa datang bersamaan maka beratnya berlipat. Dalam situasi seperti ini yang paling dibutuhkan pasar dan publik adalah satu hal, kepastian,” jelasnya.
Anies kemudian mengkritik cara pemerintah menyampaikan informasi mengenai kondisi ekonomi.
Ia melihat data yang disampaikan kepada publik cenderung hanya menampilkan sisi positif, sementara persoalan yang memburuk tidak diungkap secara terbuka.
“Data dipilih-pilih hanya yang baik yang ditampilkan, yang buruk disembunyikan,” ungkapnya.
Anies juga menyentil pernyataan sejumlah pejabat yang menurutnya kerap tidak mencerminkan keseriusan dalam menghadapi persoalan ekonomi.
Ia menilai perubahan kebijakan yang terjadi dalam waktu singkat berpotensi menimbulkan kebingungan di kalangan masyarakat, pelaku pasar, hingga investor.
“Pasar bingung, publik bingung, investor menahan diri bahkan sebagian kabur,” ucap Anies.
Ia turut mengkritik keteladanan pemerintah dalam menerapkan kebijakan penghematan.
Menurutnya, ketika masyarakat diminta memperketat pengeluaran, pemerintah justru harus menunjukkan keseriusan dalam menghindari pemborosan.
“Keteladanan juga tidak hadir disaat rakyat diminta berhemat mengencangkan ikat pinggang pemerintah justru sibuk dengan hal-hal yang bukan prioritas,” katanya.
Anies menyebut kondisi tersebut sebagai bentuk ketidakpekaan terhadap kesulitan yang tengah dihadapi masyarakat.
Lebih lanjut, Anies mengatakan peringatan mengenai kondisi ekonomi Indonesia telah disampaikan berbagai pihak, mulai dari ekonom dalam negeri, lembaga keuangan internasional, hingga media nasional dan internasional.
Ia mempertanyakan apabila berbagai peringatan tersebut tidak menjadi perhatian serius pemerintah.
“Tidak mungkin mereka semua keliru bersama-sama di saat yang sama. Ini yang dipertaruhkan adalah hajat hidup ratusan juta orang,” tegasnya.
Anies pun meminta pemerintah untuk terbuka dalam menyampaikan persoalan yang sedang dihadapi serta memberikan penjelasan mengenai arah kebijakan yang akan ditempuh.
“Oleh karena itu, mengajak kepada pemerintah, berhentilah memberi obat tidur kepada publik, buka data apa adanya, sampaikan masalah dengan jujur,” serunya.
Ia juga meminta pemerintah menjaga konsistensi kebijakan dan memastikan kepemimpinan berjalan solid dari tingkat pusat hingga jajaran di bawahnya.
“Berikan arah kebijakan yang jelas dan konsisten, pimpin secara solid, dari atas sampai bawah itu yang menenangkan pasar dan itulah yang akan menenangkan rakyat,” lanjutnya.
Anies turut mengingatkan masyarakat agar mempersiapkan diri menghadapi tantangan yang diperkirakan masih berlanjut.
Baginya, tekanan ekonomi belum sepenuhnya mereda, sementara ancaman cuaca ekstrem dan ketidakpastian global masih membayangi.
Meski demikian, Anies menegaskan bahwa optimisme tetap diperlukan selama bangsa ini menghadapi berbagai persoalan dengan keterbukaan dan keseriusan.
“Tentu kita tetap harus optimis bahwa kita akan bisa melewati itu semua asal kita berjalan dengan mata terbuka. bukan dengan ilusi yang dibuat-buat. kita pasti bisa, tapi syaratnya satu serius, mari kita serius mengurus bangsa ini,” kuncinya.