Hasil Survei IPO: Rapor Gibran Memerah, 71 Persen Publik Menyatakan ‘Tidak Puas’ Kinerja Wapres!

DEMOCRAZY.ID – Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan kesenjangan penilaian publik terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Presiden Prabowo Subianto.

Sebanyak 71 persen responden menyatakan tidak puas terhadap kinerja Gibran.

Adapun tingkat kepuasan terhadap Prabowo mencapai 66 persen.

Temuan itu termuat dalam survei bertajuk Refleksi dan Evaluasi Publik: Dua Tahun Kabinet Merah Putih.

Survei tersebut memotret penilaian masyarakat terhadap kinerja dua pemimpin di pemerintahan, termasuk persepsi terhadap peran wakil presiden dalam mendukung agenda pemerintah.

Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah mengatakan hanya 19 persen responden yang menyatakan puas terhadap kinerja Gibran.

Tidak ada responden yang menyatakan sangat puas.

Sebaliknya, 53 persen responden mengaku tidak puas dan 18 persen lainnya menyatakan sangat tidak puas.

Jika kedua kategori itu digabungkan, tingkat ketidakpuasan terhadap Gibran mencapai 71 persen.

“Sehingga total ketidakpuasan mencapai 71%,” kata Dedi dalam rilis survei pada Sabtu, 24 Oktober 2026.

Dominasi penilaian negatif tersebut menjadi catatan tersendiri bagi Gibran.

Menurut Dedi, hasil survei itu dapat menjadi indikator untuk mengevaluasi persepsi masyarakat terhadap pelaksanaan tugas wakil presiden, terutama kontribusinya dalam menjalankan agenda pemerintahan dan menyelesaikan persoalan yang menjadi prioritas publik.

“Kondisi ini menjadi indikator penting untuk mengevaluasi persepsi masyarakat terhadap pelaksanaan peran Wakil Presiden, khususnya dalam kontribusinya terhadap agenda pemerintahan dan penyelesaian persoalan prioritas masyarakat,” ujarnya.

Angka tersebut memperlihatkan bahwa tingkat kepuasan terhadap Gibran masih jauh di bawah penilaian publik terhadap presiden.

Namun, survei ini tidak dengan sendirinya menjelaskan faktor penyebab rendahnya kepuasan tersebut.

Penilaian responden terhadap Prabowo menunjukkan gambaran berbeda.

IPO mencatat 61 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja presiden, sedangkan 5 persen lainnya menyatakan sangat puas.

Dengan demikian, total kepuasan terhadap Prabowo mencapai 66 persen.

Di sisi lain, 28 persen responden menyatakan tidak puas terhadap kinerja Prabowo dan 6 persen lainnya mengaku sangat tidak puas.

Total ketidakpuasan terhadap presiden mencapai 34 persen.

Perbandingan kedua hasil tersebut memperlihatkan selisih 47 poin persentase antara tingkat ketidakpuasan terhadap Gibran dan tingkat kepuasan terhadap Prabowo.

Sementara itu, tingkat kepuasan terhadap Prabowo unggul 47 poin persentase dibandingkan tingkat ketidakpuasan terhadap Gibran—dua ukuran yang berbeda dan perlu dibaca secara terpisah.

Jika dilihat berdasarkan penilaian terhadap masing-masing pejabat, mayoritas responden memberikan evaluasi negatif kepada Gibran, sedangkan penilaian terhadap Prabowo didominasi kepuasan.

Perbedaan itu menjadi salah satu temuan utama survei IPO dalam mengevaluasi kinerja pemerintahan.

Meski demikian, angka kepuasan dan ketidakpuasan merupakan gambaran persepsi responden pada periode survei, bukan pengukuran langsung terhadap capaian kebijakan tertentu.

IPO melaksanakan survei tersebut pada 12–20 Oktober 2026 melalui wawancara tatap muka terhadap 1.200 responden.

Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling, yakni pemilihan sampel secara bertahap dengan mempertimbangkan tahapan dan unit pemilihan yang telah ditentukan.

IPO menyebut margin of error survei sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Hasil survei ini memberikan gambaran mengenai penilaian publik terhadap presiden dan wakil presiden pada saat pengumpulan data dilakukan.

Namun, untuk memahami lebih jauh penyebab rendahnya kepuasan terhadap Gibran, diperlukan informasi tambahan mengenai faktor yang memengaruhi penilaian responden, seperti kinerja, komunikasi publik, maupun persepsi terhadap pelaksanaan tugas wakil presiden.

Artikel terkait lainnya